Ratusan Warga Dumai Terjangkit Radang Tenggorokan Akibat Kabut Asap

Alwira Fanzary
Kamis, 21 Februari 2019 15:09:38
Dinkes Dumai Membagikan Masker kepada Warga

KANALSUMATERA.com - Dinas Kesehatan Kota Dumai, Riau menyatakan kabut asap sudah menggangu kesehatan masyarakat. Ratusan warga sudah terpapar sejumlah penyakit akibat menghirup udara tidak sehat.

Kepala Bidang Kesehatan Kota Dumai, seperti yang dilansir dari Okezone.com, Hafidz mengatakan, sudah terjadi peningkatan pasien sejak 13 Februari 2019 atau sejak Pemkot menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan.

"Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memang sudah berdampak kepada kesehatan masyarakat," kata Hafidz kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).

Dia menjelaskan, lonjakan penyakit akibat kabut asap terjadi pada 13 sampai 15 Februari 2019. Berbagai penyakit yang disebabkan kabut asap, kata Hapizh, adalah batuk, flu dan paling banyak adalah radang tenggorokan. Hal ini merupakan hasil rekap selama sepekan terakhir di sejumlah puskesmas.

Baca: Ketua DPRD Bengkalis: Tabligh Akbar Jadi Momentum Perkuat Iman dan Persatuan

"Paling banyak 15 Februari, yakni 2.025 kasus. Kalau hari biasa, dibawah 200 kasus. Untuk tanggal 16 sampai sekarang masih 200 kasus. Jadi memang fluktuasi," tutur dia.

Hafidz menerangkan, jumlah warga yang terpapar kemungkinan lebih banyak. Sebab, sebagian warga diperkirakan tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskemas.

"Kita juga melakukan penyuluhan tentang kabut asap ke warga. Jadi jika alami gejala sesak napas dan sakit tenggorokan segera memeriksakan diri'," ucap dia. Kso



Terkait
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN, Perkuat Reformasi Birokrasi
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN, Perkuat Reformasi Birokrasi
Bupati Kampar Buka Musrenbang RKPD 2027 Dapil I di Kuok
Adam Syafa’at Perjuangkan Hak Masyarakat Pagaran Tapa
Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Tekan Inflasi di Hadapa
Lainnya
Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif : Lapas Bangkinang Terus Rutin Razia Hunian Warga Binaan
Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif : Lapas Bangkinang Terus Rutin Razia Hunian Warga Binaan
Harga Beras Mahal Menjadi Salah Satu Penyebab Inflasi d
RSUD Terbengkalai, DPRD Rohul Bakal Panggil Diskes dan
Lebih Senang Jualan Sabu, Oknum PNS di Kandis yang Terl
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau
Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau
Puan Buka Suara soal Wacana Penggabungan BMKG dan Badan
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penti
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan