Polda Riau Mulai Ekspedisi Merah Putih Presisi, 1.000 Bendera dan Bansos Disalurkan di Okura
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Polda Riau resmi mengawali pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi di Kota Pekanbaru dengan menjadikan Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, sebagai lokasi perdana kegiatan. Program yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diisi dengan berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sabtu (01/08/2026).
Kegiatan tersebut meliputi pembagian 1.000 Bendera Merah Putih, pelayanan kesehatan gratis, penanaman pohon, dialog bersama warga, hingga penyaluran 1.000 paket bantuan sosial.
Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Ade Wibawa, mengatakan wilayah Tebing Tinggi Okura dipilih sebagai titik awal pelaksanaan program di Pekanbaru.
Baca: Bupati Kampar dan DPRD Sepakati KUA-PPAS 2027, Perubahan Anggaran 2026 Mulai Dibahas
"Hari ini kita melaksanakan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di wilayah Pekanbaru. Sasaran kami yaitu di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru," ujarnya.
Sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih diserahkan kepada masyarakat dan dipasang secara simbolis di sejumlah rumah warga sebagai bentuk ajakan menumbuhkan semangat nasionalisme menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Baca: Bupati-Wabup Kampar Tegaskan Sinergi Pembangunan di Hari Jadi ke-69 Riau
Selain itu, Polda Riau juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat setempat. Fasilitas tersebut dinilai penting mengingat hingga saat ini Kelurahan Tebing Tinggi Okura belum memiliki puskesmas definitif.
"Kita juga melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan. Seperti diketahui bahwa di Kelurahan Tebing Tinggi Okura ini belum terdapat puskesmas. Di sini hanya terdapat puskesmas pembantu atau Pustu," katanya.
Tidak hanya fokus pada pelayanan sosial, personel kepolisian juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Dalam kesempatan yang sama, jajaran Polda Riau membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Baca: Pemko Pekanbaru Resmi Gratiskan BPHTB untuk MBR, Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah Pusat
"Kita juga melaksanakan dialog dengan masyarakat, sehingga apa yang menjadi keluhan-keluhan warga bisa kami serap dan mudah-mudahan dapat kita tindaklanjuti," tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, sebanyak 1.000 paket bantuan sosial juga disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Baca: DYK Riau Bahas Kebijakan Hukum Pidana Hadapi Fenomena LGBT Berbasis Nilai Pancasila
Ketut menjelaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi tidak hanya berlangsung di Kota Pekanbaru. Program tersebut akan digelar serentak di berbagai daerah di Provinsi Riau hingga 17 Agustus 2026.
Menurutnya, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pelaksanaan upacara bendera di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai simbol kehadiran negara dan Polri bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta menyebut Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan gagasan Kapolda Riau untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah 3T.
Baca: Perkuat Sinergi, Bupati Kampar Ikuti Rakor Inflasi dan Sosialisasi Jaminan Produk Halal
Dari hasil dialog bersama warga, pihaknya menemukan masih banyak kebutuhan infrastruktur pelayanan publik di Kelurahan Tebing Tinggi Okura yang belum tersedia karena kawasan tersebut merupakan wilayah pemekaran.
"Tadi sudah kami serap juga aspirasi masyarakat melalui kegiatan dialog. Memang karena baru pemekaran, banyak fasilitas yang belum ada di sini, seperti Polsek, Koramil, puskesmas, maupun fasilitas pemerintah lainnya. Nanti akan kami tindaklanjuti bersama stakeholder terkait," ujarnya.
Baca: Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Program 3 Juta Rumah
Muharman menambahkan, program serupa akan diperluas ke sejumlah wilayah lain di Kota Pekanbaru. Setiap Polsek akan memetakan kelurahan yang masih memerlukan perhatian agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
"Setiap kecamatan, masing-masing Polsek akan mencari kelurahan-kelurahan yang agak tertinggal. Setidaknya nanti akan ada 15 titik di Pekanbaru yang menjadi sasaran kegiatan," pungkasnya. (SM)
