9 Pustaka Desa di Kampar Dinilai, Siap Bersaing ke Lomba Tingkat Provinsi hingga Nasional
KANALSUMATERA.com - Kampar – Upaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar. Sebanyak sembilan perpustakaan desa kini tengah mengikuti proses penilaian oleh Tim Penilai Pustaka Desa Kabupaten Kampar sebagai tahap seleksi menuju kompetisi tingkat Provinsi Riau hingga nasional.
Salah satu lokasi penilaian yang dikunjungi tim adalah Pustaka Desa Soboghia di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, Senin (18/05). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi sosial.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar Ir. Khalidah melalui Kabid Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Riska Jonita, S.STP, M.Si menegaskan pentingnya peran perpustakaan desa dalam pembangunan masyarakat.
“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi menjadi pusat edukasi, pusat pengetahuan, sekaligus ruang interaksi masyarakat. Melalui konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP BIS), perpustakaan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Riska Jonita.
Ia juga menyampaikan bahwa keikutsertaan Desa Rumbio dalam penilaian ini menjadi kebanggaan tersendiri dan diharapkan mampu memberikan hasil terbaik untuk mewakili Kabupaten Kampar ke tingkat berikutnya.
Baca: Bupati Ahmad Yuzar Terima Audiensi IKM Kampar, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Adapun sembilan desa yang mengikuti penilaian tersebut meliputi Desa Senama Nenek (Kecamatan Tapung Hulu), Desa Bukit Kemuning (Tapung Hulu), Desa Pulau Terap (Kuok), Desa Pulau Gadang (XIII Koto Kampar), Desa Laboy Jaya (Bangkinang), Desa Sari Galuh (Tapung), Desa Bukit Kratai (Rumbio Jaya), Desa Rumbio (Kampar), serta Desa Karya Bakti (Kampar Kiri Tengah).
Lebih lanjut, Riska menambahkan bahwa keberadaan perpustakaan desa diharapkan mampu menjadi alternatif positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak terlalu bergantung pada penggunaan gawai.
“Kita harus memiliki persepsi yang sama bahwa perpustakaan dapat menjadi sarana pendalaman numerasi dan literasi. Pustaka juga harus menjadi taman belajar dan tempat yang menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya.
Ketua Tim Penilai, Bambang, M.Si, menilai bahwa perpustakaan desa memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya desa mandiri. Ia menekankan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam pengelolaan perpustakaan.
“Pustaka sebenarnya sederhana, yang terpenting adalah inovasi. Bagaimana perpustakaan dikemas menjadi lebih menarik, nyaman, dan diminati masyarakat sehingga mampu melahirkan kreativitas baru serta meningkatkan minat kunjung masyarakat,” ungkap Bambang.
Baca: Benahi Infrastruktur di Kawasan Ibukota dan Bangkinang, Pemda Kampar Terus Gesa Perbaikan Jalan
“Ia juga menekankan bahwa perpustakaan harus terus berkembang menjadi pusat pengetahuan dan pusat aktivitas positif masyarakat desa" Kata Bambang
Sementara itu, Sekretaris Desa Rumbio Zulfadri yang mewakili Kepala Desa Andi Putra, didampingi pengelola pustaka Senda Mela, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Pustaka Soboghia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga Pustaka Soboghia Desa Rumbio dapat memperoleh hasil terbaik dan nantinya mampu menjadi wakil Kabupaten Kampar serta Provinsi Riau di tingkat nasional,” ujar Zulfadri penuh harap. (Adv)
