Pemerintah Bintan Ingatkan Ancaman DBD di Musim Hujan
Bintan, KANALSUMATERA.com - Kabupaten Bintan telah dilanda hujan. Meskipun tidak lebat dan lama namun mampu mengurangi ketebalan kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaini mengatakan hujan yang datang saat ini membawa berkah bagi Kabupaten Bintan. Sebab selain mengurangi kabut asap juga krisis kemarau.
“Hujan yang sering ini, harus juga diwaspadai. Karena nyamuk mudah berkembang dan Demam Berdarah Dengue (DBD) rentan menyerang,” ujar dr Gama, Selasa (1/10/2019).
Apabila hujan reda, banyak menimbulkan genangan-genangan air. Itu menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Khususnya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD ini.
Biasanya ada 3 kecamatan yang rawan menjadi wilayah endemis atau diserang wabah DBD di musim hujan. Yaitu Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Bintan Timur.
Baca: PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
“Lebih baik mencegah dibandingkan mengobati. Maka basmilah nyamuk untuk memutuskan mata rantai wabah DBD sebelum mengenai kita,” jelasnya.
Ada beberapa cara untuk melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN). Diantaranya menerapkan 3 M Plus dan rumah bebas jentik pada masyarakat dan memberikan bubuk abate secara gratis.
Sedangkan foging pada wilayah endemis, kata Gama, tidak terlalu efisien. Sebab hanya membunuh nyamuk dewasa saja sedangkan sumbernya atau jentik-jentik masih hidup. Meskipun demikian pihaknya tetap melakukan fogging jika ada permintaan dari masyarakat.
“Sebenarnya DBD berkembang dikarenakan minimnya kesadaran masarakat terhadap kebersihan lingkungan. Diharapkan masyarakat aktifkan lagi program Gertak PSN setiap rumah,” katanya.
