Pacu Jalur Kuansing 2026 Dimulai, 857 Personel Gabungan Disiagakan
KANALSUMATERA.com - KUANTAN SINGINGI — Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 resmi memasuki agenda utama di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan.
Pengamanan tersebut dipersiapkan Polda Riau bersama Polres Kuansing dan melibatkan unsur TNI serta pemerintah daerah. Kesiapan personel ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 di Lapangan Astaka, Kuansing, Selasa (18/08/2026).
Apel dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Riau, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.
Baca: Sekda Definitif Pekanbaru Ditantang Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Selesaikan Persoalan
Hengki menegaskan Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional. Event tahunan tersebut telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kuantan Singingi sekaligus mencerminkan nilai sejarah, gotong royong, solidaritas, dan kehidupan masyarakat yang erat dengan Sungai Kuantan.
"Pacu Jalur pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan masyarakat yang sejak dahulu memiliki keterikatan erat dengan sungai sebagai ruang kehidupan, mobilitas, interaksi sosial, sekaligus pusat perkembangan kebudayaan," kata Brigjen Hengki, Rabu (19/08/2026).
Baca: Pekanbaru–Inhil Perkuat Sinergi, Agung Nugroho dan Bupati Herman Sepakati Kerja Sama Strategis
Pengamanan Terpadu Selama Festival
Festival Pacu Jalur 2026 telah dimulai sejak 1 Agustus. Sementara agenda puncak berlangsung selama lima hari, yakni pada 19-23 Agustus 2026, dengan mengusung tema "Budaya Lestari, Ekonomi Berseri."
Sebanyak 857 personel disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Baca: Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Program 3 Juta Rumah
"Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan festival dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati perhelatan budaya tersebut dengan rasa aman dan nyaman," imbuhnya.
Pengamanan menjadi perhatian penting karena Pacu Jalur Tepian Narosa diperkirakan menarik perhatian masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan langsung perlombaan jalur tradisional di Sungai Kuantan.
Baca: Kebakaran Hanguskan 11 Rumah Kontrakan di Jalan Agus Salim, 9 Unit Damkar Dikerahkan
Polda Riau Perkuat Penertiban PETI
Selain pengamanan festival, Polda Riau sebelumnya juga melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kuansing.
Melalui Operasi PETI Merah Putih Kuantan yang berlangsung 1-14 Agustus 2026, aparat mengungkap delapan kasus dengan 17 tersangka yang beroperasi di 55 lokasi. Dalam operasi tersebut, sebanyak 525 rakit PETI dimusnahkan.
Baca: Pemprov Riau Serahkan Ranperda APBD 2025, Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah
Penertiban PETI juga berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian Sungai Kuantan yang menjadi lokasi utama pelaksanaan Pacu Jalur. Aktivitas pertambangan ilegal dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan dimulainya agenda utama Pacu Jalur Tepian Narosa 2026, pengamanan tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelancaran perlombaan, tetapi juga menciptakan suasana nyaman bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kuansing.
Baca: Gandeng Perguruan Tinggi, Diskes Riau Percepat Capaian Cek Kesehatan Gratis
Festival Pacu Jalur dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026, dengan puncak perlombaan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi. (SM)
