Satu Tahun Gempa Palu, Pemuda Batipuh Ajak Masyarakat Palu Tersenyum Kembali

Mawardi Tombang
Senin, 14 Oktober 2019 13:38:11
Dony saat berkunjung ke Palu yaitu pada September 2019.

TANAH DATAR,KANALSUMATERA.com- Dahsyatnya musibah Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR yang diikuti Tsunami dan Likuifaksi yang terjadi di Kota Palu Pada tanggal 28 September 2018 masih menyisakan luka yang amat dalam bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.

Teriakan, Rasa takut, sedih, tangis, duka dan trauma masih mengiringi hari-hari korban sampai saat ini. Masih tergambar di pikiran mereka tangisan saudaranya untuk terakhir kalinya di telan tanah likuifaksi, hantaman tsunami dan tertimpa runtuhan gempa yang banyaknya mencapai ribuan orang.

Sekarang, satu tahun sudah bencana berlalu, Palu kembali dibangun secara perlahan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga di dunia yang memberikan bantuan untuk Palu. Warga mulai bergerak lagi untuk menggapai asa menuju yang lebih baik dari keterpurukan, walaupun masih banyak penyintas yang masih tinggal di rumah hunian sementara di komplek pengungsian.

Sebagai seorang sarjana Bimbingan dan Konseling, Dony Darma Sagita Putra asli Jorong Gunung Bungsu, Kecamatan Batipuh Baruh, turun lansung kelapangan untuk memberikan pelayanan konseling dalam rangka mengurangi dan mengatasi trauma atau gangguan psikologis yang dialami oleh penyintas di Palu.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Dony yang sehari-harinya berprofesi sebagai dosen ini dikenal oleh mahasiswanya sebagai dosen yang sangat aktif terutama dalam kegiatan sosial. Bahkan untuk aplikasi keilmuanny, dony telah 2 kali berkunjung ke Palu yaitu pada awal terjadi bencana di bulan November 2018 dan September 2019.

Semua itu dilaksanakan atas misi kemanusiaan dan kepedulian social terhadap sesama yang di dukung oleh kampus tempat dia mengabdi di Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA Jakarta.

"Pada saat pertama kali berkunjung ke Palu saya tidak bisa menahan kesedihan dan empati saya terhadap saudara saya disana, begitu kuatnya mereka menghadapi ujian dari ALLAH SWT, di saat luka mereka masih bisa tersenyum bersama kami para relawan, saya merasa sangat kecil dan belum seberapa di banding mereka, Pokoknya Palu Pulih, palu bangkit, palu kembali tersenyum," tutur dony dihubungi via whatsapp Senin (14/10).

Menurut penuturannya, pada tahun 2007 dia juga pernah merasakan gempa di Batipuh, pada tahun 2009 gempa besar yang terjadi di Padang Pariaman bahkan tidur di pengungsian juga.

Namun menurut dia sangat berbeda dengan yang dia rasakan saat dia berkunjung dan bertemu lansung dengan korban di Palu. Bahkan ketika datang September lalu Dony masih di ingat oleh anak-anak pengungsi sebagai "kakak Badut" karena menurutnya pada November 2018 dia datang dengan berpakain badut untuk menghibur anak-anak korban bencana di daerah Petobo lokasi bencana likuifaksi terparah di Palu.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Lebih lanjut, dalam menjalankan misisnya dony memberikan pelayanan secara individual kepada penyintas yang mengalami trauma, melaksanakan Bimbingan Kelompok kepada remaja-remaja, pemberian informasi kepada orangtua dan Lansia serta memberikan permainan atau hiburan kepada anak-anak.

Hal ini merupakan bentuk aplikasi layanan Bimbingan dan Konseling terhadap masyarakat dalam rangka mengembalikan kehidupan efektif sehari-harinya masyarakat untuk kembali mencerakan hidupnya menjadi lebih berwarna dalam menghadapi masa depan kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan sosial seperti ini bukanlah yang pertama di lakukan pemuda 28 tahun yang mudah tersenyum ini, namun juga di Lombok, Serang, lampung bahkan di Pariaman tahun 2009-2010 silam. Sebuah kebanggaan bagi orangtua dan masyarakat Gunung Bungsu, Batipuah Baruah memiliki anak muda seperti beliau. (**/Fajrur Rahmadhan)

Terkait
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre
Lainnya
Saat Pelatihan Konten Kreator Kota Dumai, Hendry Munief Berharap Ekraf Turut Gerakkan Ekonomi Lokal
Saat Pelatihan Konten Kreator Kota Dumai, Hendry Munief Berharap Ekraf Turut Gerakkan Ekonomi Lokal
Ada Bunyi Patahan Keras, Tamarudin Minta Pemprov Riau S
Pemkab Abdya Salurkan Santunan Kematian Kepada 476 Ahli
Angka Pengangguran di Riau Terus Bertambah
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hukum
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
Kasus Rektor Unsoed Jadi Sorotan, Komisi X DPR Dorong E
Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Ta
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D