Modifikasi Cuaca, 800 kg Garam Disebar Satgas Karhutla Riau di Langit

Amar
Kamis, 12 Maret 2020 14:47:15
Para pejabat penanggulangan bencana Riau bersama pihak terkait foto bersama

Pekanbaru,KANALSUMATERA.com - Satuan Tugas kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau yang berkolaborasi dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC- BPPT) menyebar 800 kilogram garam di langit Kota Dumai.

"Hari ini potensi awan berada di timur laut Kota Dumai. Kita siapkan penerbangan ke sana," kata Koordinator Lapangan TMC Satgas Karhutla Riau Dwipa Wirawan kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan satupesawat Cassa milik TNI AU yang mampu membawa 800 kilogram garam halus untuk menghasilkan hujan buatan diterbangkan ke arah pesisir Provinsi Riau tersebut.

Penerbangan ini, kata dia, merupakan yang perdana dilakukan pada 2020 ini setelah resmi diluncurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini.

Baca: Perjuangan Samsuri Daris Berbuah Hasil, Perbaikan Jalan dan Jembatan di Parit Landang Selesai

Lebih jauh, Dwipa mengatakan jika sepanjang Maret 2020 diperkirakan potensi awan untuk menghasilkan hujan dengan cara penyemaian garam masih berada di pesisir Riau. Hal itu dikarenakan arah angin cenderung bergerak dari barat laut menuju Utara.

"Arahan dari Lanud kita fokus pada potensi awan di Riau dan mempertimbangkan arah angin menjelang musim kemarau," ujarnya.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Harmensyah mengatakan BPPT berkolaborasi dengan TNI Angkatan Udara, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemprov Riau pada hari ini resmi memulai program TMC di Bumi Lancang Kuning. Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin menjadi posko penyelenggaraan TMC di Riau.

Satu unit pesawat Cassa A-2108 dari Skadron Udara 4 Pangkalan TNI AUAbdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur digunakan untuk membantu penyebaran garam di langit Riau. Pesawat itu mampu mengangkut 800 kilogram garam dalam sekali penerbangan.

Baca: Pejabat Pemko Pekanbaru Dievaluasi Tiap Enam Bulan, Wali Kota: Jabatan Ditentukan Kinerja

Harmensyah menjelaskan program TMC selama ini dinilai cukup efektif untuk membantu Riau mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama periode siaga darurat.

"BPPT melakukan TMC bukan hanya tebar tebar garam begitu. Namun dengan perhitungan yang cermat, mulai dari arah angin, awan potensial, pendataan cuaca dan lainnya," ujarnya.

Untuk itu, Program TMC yang terus digelar di Riau sejak beberapa tahun terakhir akan kembali menjadi salah satu andalan Satgas Karhutla Riau dalam mewujudkan prestasi Riau bebas asap. "Perintah dari Bapak Presiden agar Riau bebas asap seperti yang berhasil kita wujudkan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

Sementara itu Kepala BBTMC-BPPT Tri Handoko Seto mengatakan operasional TMC di Provinsi Riau bertujuan tidak hanya untuk mematikan titik api kebakaran hutan dan lahan sebagai sumber bencana kabut asap, tetapi juga untuk menjaga kelembaban tanah gambut agar tidak sampai menjadi kering.

Baca: Wawako Pekanbaru Ajak SAPMA Pemuda Pancasila Bersinergi Bangun Kota dan Cetak Generasi Berprestasi

Faktor kelembaban tanah gambut menjadi hal yang penting untuk terus dipantau secara kontinyu guna mengetahui tingkat kekeringan yang dapat menjadi sinyal kerawanan bencana karhutla di suatu wilayah.

Strategi pelaksanaan TMC dapat lebih difokuskan untuk membasahi atau rewetting area gambut yang dinilai mempunyai tingkat kekeringan yang perlu diwaspadai. Dengan tetap terjaganya kelembaban tanah pada area lahan gambut, maka potensi terjadinya kebakaran di area lahan gambut akan semakin berkurang. ant/ks

Terkait
Hasil SPMB SD Pekanbaru Diumumkan, Pemko Pastikan Seleksi Gratis dan Transparan
Hasil SPMB SD Pekanbaru Diumumkan, Pemko Pastikan Seleksi Gratis dan Transparan
Wali Kota Pekanbaru Tinjau Jembatan Amblas di Rumbai, A
Eva Yuliana Apresiasi Dirut Baru PT BSP: Hilangkan Anek
BPJS Kesehatan Koordinasi dengan Pemkab Kampar Terkait
Lainnya
Meski Bulan Puasa Bujang Kampung di Tualang Timur Tetap di Nanti Warga
Meski Bulan Puasa Bujang Kampung di Tualang Timur Tetap di Nanti Warga
Bupati Siak Alfedri Letak Batu Pertama Bantuan RLH Prog
Gawat, LBH Sumbar Gugat Bupati Pessel Terkait Penghenti
Potensi Danau Gegas Jadikan Objek Wisata Unggulan Kabup
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke FraksiĀ 
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026
Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pe
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka
Olahraga
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih R
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali d
Lifestyle
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Fokus Redaksi
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad,