Gubernur Aceh Ajukan Tambahan Solar

Dinia Mutiarahmi
Selasa, 13 November 2018 13:21:06
Ratusan jeriken nelayan antre untuk mendapatkan solar bersubsidi

KANALSUMATERA.com - Menyahuti keluhan para awak angkutan dan nelayan terhadap sering putusnya pasokan solar bersubsidi dari Pertamina ke Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pompa Bahan Bakar Nelayan (SPBN), Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sudah mengusulkan tambahan kuota solar bersubsidi untuk kebutuhan Aceh sebesar 20 persen dari kebutuhan tahun 2018 sebesar 343.186 kilo liter.

Meski usulan tambahan kuota solar tersebut sudah diajukan pada 9 Oktober 2018 lalu, namun belum direspon pihak Pertamina. Malah Manager Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh, Awan Raharjo, menyarankan agar usulan penambahan kuota itu ditujukan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang beralamat di Jalan Kapten P Tandean Nomor 28 Jakarta Selatan.

Dilansir dari Serambi.news, hal itu diungkapkan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur, Senin (12/11), menanggapi kosongnya stok solar bersubsidi di dua SPBN di Lampulo, Banda Aceh. Dia mengungkapkan, sebagai salah dinas teknis yang mengawasi kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) terutama yang masih disubsidi seperti solar pihaknya sudah pernah melakukan rapat koordinasi dengan Branch Manager PT Pertamina Aceh, Awan Raharjo.

Dia mengatakan, penyaluran solar bersubsidi untuk Aceh tidak mengalami pengurangan. Bahkan penyalurannya sudah melampui kouta yang ditetapkan. Sampai 30 September, solar bersubsidi yang sudah tersalur mencapai 257.692 kiloliter (kl). Sementara kuota sampai September 2018, hanya sekitar 256.684 kl. Persentase penyalurannya sudah lebih 100 persen.

Meski penyalurannya sudah melebihi kuota, namun kata Mahdinur, pihak Pertamina tidak bisa membiarkan kekosongan solar bersubsidi di SPBU dan SPBN. Pasalnya solar itu sangat dibutuhkan boat-boat nelayan berukuran 1-30 GT dan angkutan umum untuk menjalankan roda usaha dan kegiatan ekonomi rakyat.

Karena jatah kuota minyak solar subsidi Aceh tahun ini akan habis, maka kata Mahdinur, Plt Gubernur minta tambahan sebesar 20 persen dari kuota tahun 2018 ini sebanyak 343.186 kl atau sekitar 68.637 kl lagi. Tujuannya agar pada bulan depan tidak terjadi kelangkaan solar di Aceh. Pasalnya, pada bulan itu aktivitas kegiatan proyek APBA dan APBN 2018 masih tinggi dan butuh penyediaan solar bersubsidi untuk truk angkutan barang dan mini bus 4 empat roda, serta boat tangkap ikan ukuran 1-30 GT.

Pemerintah Aceh, kata Mahdinur, akan kembali mengusulkan tambahan kuota solar bersubsidi kepada BPH Migas. Ini sangat penting, agar bulan depan tidak terjadi kelanggan minyak solar subsidi di sejumlah SPBU dan SPBN.

“Sedangkan terhadap kebijakan Pertamina yang telah memberikan sanksi hukuman kepada 10 SPBN yang nakal melanggar Perpres 191 tahun 2014, Dinas ESDM sangat mendukungnya. Itu bagian dari pembelajaran kepada SPBU yang nakal, tidak taat dan patuh terhadap larangan,” ujar Mahdinur.

Terkait kosongnya solar bersubsidi di dua SPBN Lampulo, Banda Aceh, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Aceh, mensinyalir solar yang diperuntukkan khusus boat tangkap di bawah 30 GT (Gross Tonnage), juga ikut dinikmati oleh boat di atas 30 GT. Pasalnya penyaluran solar bersubsidi di dua SPBN Lampulo itu merujuk pada data yang ada pada Pertamina yang ikut ditembuskan ke DPC Hiswana Migas Aceh.

Data dimaksud berupa jumlah boat tangkap nelayan dengan mesin di bawah, sehingga Pertamina mengetahui persis berapa jumlah pasokan atau penyaluran untuk kedua SPBN Lampulo tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua DPC Hiswana Migas, Faisal Budiman SE, bahwa disinyalir terindikasi ada boat diatas 30 GT yang ikut menukmati solar subsidi.

“Kami mensinyalir indikasi tersebut, dimana ada boat di atas 30 GT ikut menikmati solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan khusus untuk boat tangkap nelayan di bawah 30 GT,” ujarnya.

Menurut Faisal, sesuai ketentuan, boat di atas 30 GT tidak diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi dan mereka harus menggunakan solar non subsidi.

“Boat-boat yang menggunakan di atas 30 GT ini, bisa kita katakan sudah bukan disebut nelayan. Tapi, mereka ini sudah masuk kategori pengusaha, dimana menangkap ikan sudah menjadi sampingan bukan prioritas,” ungkap Faisal.

Bila indikasi itu terjadi, terang Faisal, sampai kapan pun solar subsidi memang tidak akan pernah cukup. Karena itu ungkap Faisal, mari berbicara fakta dan data.

“Dari 200-an boat nelayan yang katanya parkir di kolam Lampulo itu, berapa yang berhak mendapat solar subsidi dan berapa yang tidak. Lalu setelah itu baru bicara cukup atau tidak kuotanya,” sebutnya. (SN/Ks)

Lainnya
Bocah 4 Tahun Tenggelam di Sungai Kampar Akhirnya Ditemukan
Bocah 4 Tahun Tenggelam di Sungai Kampar Akhirnya Ditemukan
Pemko Pekanbaru Pertimbangkan Penambahan Bus Vaksinasi
Buka Musrenbang Kecamatan Kerinci Kanan, Bupati Alfedri
Mencuri Kotak Amal, Pemuda Jambi Terancam 5 Tahun Penja
Ekonomi
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Global
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Daerah
Hadapi Lonjakan Arus Balik Idul Adha 2026, Dishub Bengkalis Siagakan Empat Armada RoRo
Hadapi Lonjakan Arus Balik Idul Adha 2026, Dishub Bengkalis Siagakan Empat Armada RoRo
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat So
Wabup Bengkalis Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H, Ri
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Politik
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat
43 Tahun “Dirampok”,  Adam Syafaat Dukung Presiden
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan