Aksi Kaum Ibu di Mapolres Abdya, Suami Saya Hanya Mengambil Upah

Mawardi Tombang
Jumat, 23 Agustus 2019 10:07:29
Ratusan kaum ibu dari Desa Adan, Tangan-Tangan, berdelegasi ke Polres Abdya

Kanalsumatra.com - Peristiwa tak biasa terjadi di Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) kemarin. Ratusan ibu-ibu dari Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, “mengepung” Mapolres Abdya, menuntut tiga suami teman mereka dikembalikan.

Rombongan ibu-ibu tiba di Mapolres di Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya, sekira pukul 10.45 WIB dengan menumpang lima unit kendaraan roda empat bak terbuka. Kendaraan tersebut mengantar warga sampai batas tikungan yang berjarak sekitar 100 meter dari Mapolres Abdya.

Dari situ, rombongan ibu-ibu ini berjalan kaki masuk melalui pintu gerbang, lalu berkumpul di bawah pohon aru di halaman Mapolres. Beberapa di antara mereka melapor pada petugas piket jaga. "Kami datang kemari (Polres) untuk minta dilepas ayah dari anak saya setelah ditangkap polisi karena membawa kayu dengan becak," kata Mega (23) kepada Serambi di lokasi.


Ibu muda dari dua anak yang masih kecil ini mengaku suaminya, Agusman (27) ditangkap polisi Rabu (21/8) subuh, karena membawa kayu bahan boat ikan di kawasan Susoh. "Padahal suami saya hanya mengambil upah mengangkut kayu dengan becak mesin," kata Mega didampingi dua anak laki-laki yang masih kecil.

Selain Agusman, polisi juga mengamankan Rahmadi (33), yang juga membawa kayu dengan becak mesin dan Marzuki alias Udoe Ki (35), keduanya warga Desa Adan, Tanga-Tangan.

Beberapa perwira, termasuk Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH dan Kasat Intelkam AKP Basrida, menemui para ibu tersebut untuk menanyakan maksud kedatangan mereka. Setelah mendapat penjelasan, Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi meminta lima orang perwakilan masuk ke dalam Mapolres Abdya.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK dihubungi Serambi menjelaskan, kedatangan kaum ibu dari Desa Adan, Tangan-Tangan itu guna meminta dipulangkan tiga warga yang diamankan karena terbukti membawa kayu tanpa dokumen atau kayu hasil ilegal loging. "Ada empat potong kayu panjang 18 meter jenis semantok diangkut dengan dua becak mesin," kata Kapolres Abdya.

Tiga warga itu diamankan Tim Buser pada Rabu subuh di kawasan Susoh. Permintaan ibu-ibu untuk meminta penangguhan penahanan, menurut Kapolres Abdya adalah hak warga asalkan memenuhi persyaratan, yaitu mengajukan surat permohonan dan ada pihak yang menjamin. "Saya sudah minta mereka untuk mengajukan surat permohonan," kata AKBP Moh Basori SIK.

Amatan Serambi, setelah mendapat penjelasan tersebut, ratusan ibu-ibu ke luar dari Kompleks Mapolres Abdya. Namun mereka masih bertahan di jalan depan Mapolres sampai pukul 12.30 WIB tadi. "Kami tak pulang sebelum tiga saudara kami dilepas," kata seorang ibu paruh paya.

Keuchik Gampong Adan, Wahidi dan Anggota DPRK Abdya, Agusri Samhadi, kemudian datang dan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Anggota dewan asal Tangan-Tangan ini menjadi penjamin. Ia mengajukan penangguhan penahanan, dengan pertimbangan ketiga orang yang ditahan itu adalah tulang punggung keluarga.



Lainnya
Pemko Pekanbaru Sulap Pasar Agus Salim Seperti Malioboro-nya Yogyakarta
Pemko Pekanbaru Sulap Pasar Agus Salim Seperti Malioboro-nya Yogyakarta
Wujudkan Program Satu Data Satu Peta, Pemkab Kampar Sur
Balik Kampung, Rama Ingin Bangun Desa Batu Songgan
Ini Objek Wisata Unggulan PariamaYang Akan Dipromosikan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I