Wali Kota Pekanbaru Tegaskan HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, Ini Alasannya

Kanama Amar
Senin, 3 Agustus 2026 14:38:19

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Polemik berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) ratusan ruko di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) terus menjadi perhatian. Menanggapi tuntutan para pedagang, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak memiliki kewenangan untuk memperpanjang HGB karena terbentur ketentuan hukum yang berlaku. Senin (03/08/2026).

Menurut Agung, status ruko STC telah berubah menjadi aset milik Pemko Pekanbaru setelah masa kerja sama dengan skema Bangun Guna Serah (BGS) antara PT Makmur Papan Permata (MPP) dan Pemko Pekanbaru berakhir pada Februari 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah telah meminta pendapat dan berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait persoalan tersebut.

Baca: Menteri LH Turun Langsung ke Karhutla Kampar, Penanganan Diminta Berbasis Data

"Saya memahami betul harapan para pemilik ruko STC Ramayana. Terus terang, kalau aturan memperbolehkan, saya juga ingin HGB tersebut dapat diperpanjang. Namun setelah kami berkonsultasi dengan KPK RI dan Kemendagri, ketentuannya jelas bahwa hal tersebut tidak dapat dilakukan," kata Wako Agung.

Agung menerangkan, kawasan pertokoan STC sejak awal dibangun menggunakan pola kerja sama Bangun Guna Serah. Dalam mekanisme tersebut, pihak pengelola diberikan hak untuk membangun dan memanfaatkan aset selama 25 tahun. Setelah masa kerja sama selesai, bangunan beserta asetnya secara otomatis kembali menjadi milik Pemerintah Kota Pekanbaru.

Baca: Achmad Faisal Reza Nahkodai KONI Pekanbaru, Wako Siapkan Dukungan Pembinaan Atlet

Dengan berakhirnya masa BGS, HGB atas bangunan tersebut tidak lagi dapat diperpanjang. Sesuai ketentuan yang berlaku, skema yang masih memungkinkan dilakukan adalah kerja sama pemanfaatan aset atau sistem sewa.

Terkait besaran biaya sewa yang nantinya diberlakukan, Agung menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menentukan nominalnya.

Penetapan nilai sewa dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebagai lembaga penilai independen, sehingga hasil penilaian tersebut harus menjadi acuan.

Baca: Kampar Pertahankan Peringkat 7 di MTQ XLIV Riau, Raih Juara Harapan II Stand Bazar

"Perjanjian ini dibuat sekitar 25 tahun yang lalu, jauh sebelum saya menjabat sebagai Wali Kota. Tugas kami hari ini adalah menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya, tetap berpihak kepada masyarakat, namun tetap mematuhi aturan yang berlaku," terang Wako.

Meski demikian, Agung menegaskan pemerintah tetap membuka ruang apabila di kemudian hari ditemukan dasar hukum yang sah yang memungkinkan perpanjangan HGB.

Baca: Sinergitas Tanpa Batas, Bupati Kampar Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80

"Kalau memang ada aturannya, tentu saya menjadi orang pertama yang ingin memperpanjangnya. Tetapi selama aturannya tidak memperbolehkan, saya tidak boleh mengambil kebijakan yang bertentangan dengan hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan pedagang STC menggelar aksi di Gedung DPRD Kota Pekanbaru pada Senin (03/08/2026). Mereka menyuarakan aspirasi agar Pemerintah Kota mengembalikan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap 133 unit ruko yang masa berlakunya berakhir pada 2026.

Dalam aksi tersebut, para pedagang membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar hak HGB atas ruko di kawasan Pasar Induk STC dapat dipulihkan, sehingga mereka tetap memiliki kepastian dalam menjalankan aktivitas usaha. (SM)



Terkait
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat Solidaritas Insan Pers dan Kepedulian Sosial
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat Solidaritas Insan Pers dan Kepedulian Sosial
Hendry Munief Silaturahmi dengan Ketua NU dan Muhammadi
Diduga Biliar Berkedok Judi, Warga Bengkalis Resah Akti
Anggota DPR RI Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan
Lainnya
Resmi Dilantik, Pengurus Gema Keadilan Riau 2026–2031 Didominasi Mantan Aktivis Kampus
Resmi Dilantik, Pengurus Gema Keadilan Riau 2026–2031 Didominasi Mantan Aktivis Kampus
Wabup Misharti Lantik Pengurus PGRI Tambang dan Siak Hu
Pilkada serentak 2020, Bawaslu Sumbar usulkan anggaran
Abdul Barri Jabat Dari Lurah Muda Jadi Camat Sukajadi P
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
Mulyanto PKS Nilai Hak Menyatakan Pendapat Mulai Menguat dalam Polemik Ijazah Gibran
Mulyanto PKS Nilai Hak Menyatakan Pendapat Mulai Menguat dalam Polemik Ijazah Gibran
PKS Soroti Penurunan Foto Gibran di DPRD DIY, Mardani M
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta P
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan