Wakil Bupati Misharti Ajak Tokoh Agama Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Kampar
KANALSUMATERA.com - Bangkinang – Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya memperkuat sinergi pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi persatuan dan stabilitas sosial di Kabupaten Kampar. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Ngopi Kerukunan Umat Beragama di Pondok Gadis Kecil, Kecamatan Salo, Rabu (21/10/2026).
Mengusung tema “Merawat Kerukunan, Memperkuat Persaudaraan dan Sinergitas dalam Mewujudkan Kabupaten Kampar yang Harmonis”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat dialog lintas agama, membangun rasa saling percaya, serta mencegah potensi konflik sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Dr. Erizon Effendy, S.Ag., M.Pd., bersama para tokoh agama dan pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Kampar.
Baca: Hadiri Konferensi VIII PWI Kampar, Misharti Tekankan Etika Pers dan Persatuan
Dalam kesempatan itu, kerukunan umat beragama menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga persatuan dan mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Keberagaman yang ada di tengah masyarakat diharapkan menjadi kekuatan untuk mewujudkan Kampar yang aman, damai, dan harmonis.
Misharti menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Baca: Pengurus KKBK Karimun Dilantik, Ahmad Yuzar Ajak Perantau Kampar Perkuat Persaudaraan
“Melalui forum Ngopi Kerukunan ini, dialog dan komunikasi yang terbuka diharapkan mampu memperkuat rasa saling percaya, mencegah potensi konflik sosial, serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kerukunan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan tersebut juga harus diimbangi dengan kehidupan sosial yang damai, aman, serta menjunjung tinggi toleransi.
Karena itu, komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati perlu terus dikembangkan agar perbedaan keyakinan maupun latar belakang tidak menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan.
Baca: Bupati dan Wabup Kampar Turun ke Pasar, Bagikan Masker Gratis
“Merawat kerukunan berarti menjaga masa depan Kampar. Memperkuat persaudaraan berarti memperkokoh persatuan, dan membangun sinergitas berarti menyatukan langkah untuk mewujudkan Kabupaten Kampar yang harmonis,” menjadi semangat yang relevan dalam memperkuat komitmen bersama menjaga kedamaian di Negeri Serambi Mekkah nya Riau ini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan Ngopi Kerukunan Umat Beragama dapat memperkuat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan gagasan serta membangun kesepahaman dalam menjaga kondusivitas daerah.
Baca: Evaluasi APBD 2026, Ahmad Yuzar Minta OPD Kampar Percepat Realisasi Anggaran
“Untuk itu, Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Kabupaten Kampar diharapkan terus menjadi Daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, menghormati keberagaman, serta mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, sejuk dan harmonis,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap semangat toleransi dan persaudaraan terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan sinergi seluruh pihak, kerukunan diharapkan menjadi landasan penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Kampar yang berkelanjutan.(SM)
