Touring Bersama UAS dan Kapolda, Bupati Siak Ungkap Strategi Pertahanan Kesultanan Siak
KANALSUMATERA.com - SIAK – Kawasan bersejarah Kota Siak Sri Indrapura menjadi saksi kegiatan touring sepeda motor yang diikuti sejumlah tokoh nasional, Bupati Siak Afni Zulkifli memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Ustadz Abdul Somad (UAS), Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam menyusuri jejak sejarah Kesultanan Siak. Senin (13/07/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Siak. Rombongan mengunjungi sejumlah ikon bersejarah, di antaranya Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Istana Asserayah Hasyimiyah, tepian Sungai Siak, Masjid Syahabuddin, hingga kompleks makam pahlawan nasional.
Saat berada di puncak Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dengan memanfaatkan fasilitas lift, para peserta menikmati panorama Sungai Siak dari ketinggian. Kesempatan itu dimanfaatkan Bupati Afni untuk menjelaskan peran strategis Sungai Siak pada masa Kesultanan sebagai jalur perdagangan sekaligus benteng pertahanan alami kerajaan.
Baca: Bupati Kampar Resmikan Mobil Layanan Keliling Disdukcapil, Permudah Akses Adminduk hingga ke Desa
Menurut Afni, kondisi geografis Sungai Siak yang berkelok-kelok memberikan keuntungan besar dalam strategi militer. Setiap tikungan sungai dimanfaatkan pasukan Kesultanan sebagai titik pengawasan dan lokasi penyergapan untuk menghadang pergerakan musuh.
"Hanya kawasan Sungai Apit yang tercatat pernah mengalami peperangan karena letaknya yang berhadapan langsung dengan laut. Selebihnya, posisi pusat pemerintahan Kesultanan Siak terlindungi oleh bentang alam sungai yang sangat strategis," urai Afni.
Baca: Perkuat Literasi dan Numerasi, AGPAII Kampar Cetak Pengelola PAI Profesional
Ia menilai para pendahulu telah memiliki kecerdasan luar biasa dalam menentukan lokasi pusat pemerintahan dengan mempertimbangkan aspek pertahanan dan tata ruang. Penjelasan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para petinggi TNI dan Polri yang turut mengikuti touring.
Usai menyusuri kawasan bersejarah, rombongan melaksanakan salat di Masjid Syahabuddin sebelum melanjutkan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kesultanan Siak yang dikenal menyerahkan kedaulatan beserta kekayaan kerajaan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan touring tersebut memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Menggunakan sepeda motor dinilai menjadi cara yang efektif untuk menikmati suasana kota sekaligus menjangkau berbagai situs cagar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Siak.
Baca: SPS Riau Rayakan HUT ke-80 di PCR, Hadirkan Kolaborasi dengan SPS Aceh dan Bahas Masa Depan Media
"Alhamdulillah, selain bersilaturahmi, kami juga dapat melihat langsung jejak sejarah Kesultanan Siak. Semoga warisan sejarah ini terus dijaga dan menjadi pembelajaran bagi generasi mendatang," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama di makam Sultan Syarif Kasim II sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan nasional tersebut. Setelah itu, rombongan menikmati makan siang bersama sambil menyantap durian di tepian Sungai Siak dalam suasana penuh keakraban. (SM)
