Korban Hanyut Di Batang Bangko Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
KANALSUMATERA.com - Korban hanyut di Batang Bangko, Emon (52) akhirnya ditemukan tak bernyawa setelah sepekan pencarian sejak kejadian pada Senin (5/11). Korban ditemukan oleh dua puluh orang warga yang melakukan pencarian di Galagah Batu aliran Batang Bangko, Nagari Lubuk Gadang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Dilansir dari HarianHaluan.com, Wali Nagari Lubuk Gadang, Ultra Dinata pada Haluan, Senin (12/11), mengatakan, warga menemukan korban sekitar 4 kilometer dari lokasi hanyut, tepatnya terdampar ditengah 'pulau' atau tanah kering yang berada di antara aliran sungai.
"Pulau itu kelihatan karena kondisi debit air yang sudah mulai surut," katanya didampingi Wali Jorong Jujutan, Edi Hermanto Putra.
Ia mengatakan, atas kesepakatan pihak keluarga, korban bakal dikebumikan pada hari ini (Senin, red).
"Saat ini tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) tengah menuju lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi korban, kendati sesampainya nanti malam tetap akan dikebumikan hari ini juga," ucapnya.
Ia menambahkan, korban memiliki satu orang istri dan empat orang anak, dimana dua anak perempuan dan dua laki-laki.
"Satu anak korban masih berstatus pelajar SMP dan dua sudah menikah. Sedangkan, anak korban yang lain sudah bekerja. Korban sehari-hari bekerja sebagai petani dan mendulang emas secara konvensional," tambahnya.
Tokoh masyarakat Sangir, Alnoferi, menyebutkan, lokasi penemuan oleh warga tidak jauh dari tempat hanyut korban.
"Namun, tadi terkendala evakuasi oleh warga dan sudah dikonfirmasi ke pihak BPBD Solsel dan tim telah meluncur. Untuk sampai lokasi dengan mobil double gardan sekitar 3 jam dari Padang Aro, Sangir," katanya.
Terpisah, Kepala BPBD Solsel, Johny Hasan Basri, membenarkan penemuan korban hanyut oleh warga dan tim BPBD Solsel tengah dalam perjalanan menuju lokasi penemuan.
"Kami sudah mendatangi rumah duka di Jorong Jujutan, Lubuk Gadang, Sangir," katanya.
Disamping itu, enam orang personil BPBD Solsel juga telah menuju lokasi membawa peralatan dengan durasi waktu 3,5 jam daerah Galagah Batu. Johny menyebutkan saat kejadian, korban bersama lima orang rekannya hendak menuju lokasi mendulang emas.
"Kemungkinan, korban sampai di rumahnya malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Intinya pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban," katanya. (HH/Ks)
