Elif Kubra Genc, Kagumi Alam Aceh
Kanalsumatra.com - SELASA (20/8/2019) siang, Elif Kubra Genc, gadis asal Turki duduk bersimpuh di depan hidangan berupa nasi putih dan kuah beulangong khas Aceh. Kenduri itu merupakan bagian dari acara peringatan 480 tahun hubungan persaudaraan Aceh dan Turki di makam Baba Daud Rumi, kawasan Kampung Mulia, Banda Aceh. Elif tampak kurang bersemangat untuk menghabiskan hidangan yang ada di depannya. Ia hanya mampu menelan beberapa suap, lalu setelah itu langsung berhenti makan.
Dalam wawancara dengan Serambi, seusai acara itu kemarin, Elif mengaku dirinya memang asing dan kurang bisa beradaptasi dengan makanan Aceh yang kaya bumbu rempah-rempah dan pedas. Karena itu, tak heran bila selama berada di Aceh Elif lebih banyak mengonsumsi buah-buahan. "Makanannya terlalu pedas," ujar Elif yang didampingi temannya Adanur.
Meski kurang cocok dengan makanan, namun tidak dalam hal panorama alam Aceh. Elif yang merupakan vlogger sekaligus selebgram di Turki ini mengaku sangat mengagumi keindahan alam Tanah Rencong. Selama beberapa hari berada di Aceh, gadis berusia 29 tahun ini sudah mengunjungi sejumlah tempat wisata di Banda Aceh, Sabang, dan Pulo Aceh. Tampaknya, Elif begitu menaruh decak kagum terhadap hamparan pantai Aceh yang berwarna tosca dan dipadu gunung. Sebagai bukti, Elif memposting sejumlah foto pantai Aceh di akun instagram pribadinya.
Ia juga sempat diajak berkunjung ke Gampong Melingge, salah satu desa terjauh di Pulo Aceh. Di desa itu, Elif berbaur dengan masyarakat saat pelaksanaan bakti sosial. Di tempat tersebut, Elif juga terlihat sangat menikmati suasana pantai desa yang pernah disapu gelombang tsunami pada akhir Desember 2004 lalu.
Di mata Elif, Pulo Aceh memiliki alam yang indah terutamanya pantainya. Namun, ia punya catatan yaitu ke depan kebersihan Pulo Aceh harus lebih dijaga lagi. Menurutnya, kawasan pulau yang menghadap ke Samudera Hindia itu sangat cocok dikembangkan menjadi objek wisata alam dan sejarah. Ia berharap Pulo Aceh juga dapat berkembang seperti Sabang yang sudah lebih dulu maju.
Sebenarnya, kedatangan Elif bersama seorang vlogger lainnya, Adanur ke Aceh dalam rangka mengikuti bakti sosial di Pulo Aceh dan mengunjugi sejumlah situs sejarah jejak Turki di Aceh. Sebelumnya, gadis yang sedang mengambil magister jurusan tourism/pariwisata ini sudah banyak mengetahui tentang hubungan Aceh dan Turki pada masa lampau melalui artikel di internet. "Saya sangat senang berada di Aceh, saya melihat setelah tsunami banyak hal yang baru di Aceh, orang-orang Aceh sangat ramah, agamis, dan mudah bergaul," ujar Elif.
Gadis yang berdomisili di Istanbul ini, juga menyempatkan diri berziarah ke makam leluhurnya yang ada di Aceh, seperti Makam Baba Daud Rumi dan Kompleks Makam Bitai. Selama berada di Aceh, Elif banyak memposting suasana di Aceh. Sehingga sejumlah teman dan followernya di Turki bertanya tentang karakter orang Aceh dan orang Indonesia secara umum. Sebab, cerita Elif, selama ini warga Turki sering bertemu warga Indonesia saat melaksanakan ibadah haji atau umrah di Tanah Suci. Di Mata orang Turki, orang Indonesia sangat santun.
Sebelum kembali ke Turki, Elif bersama temannya Adanur yang berasal dari Bursa memiliki satu keinginan yaitu bertemu dengan gajah. Sehingga sejumlah mahasiswa Aceh di Turki berniat mengajak dua gadis Negeri Ottoman ini berkunjung ke CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, untuk bermain bersama gajah. (muhammad nasir)
