Elif Kubra Genc, Kagumi Alam Aceh

Mawardi Tombang
Rabu, 21 Agustus 2019 11:09:18
Elif Kubra Genc

Kanalsumatra.com - SELASA (20/8/2019) siang, Elif Kubra Genc, gadis asal Turki duduk bersimpuh di depan hidangan berupa nasi putih dan kuah beulangong khas Aceh. Kenduri itu merupakan bagian dari acara peringatan 480 tahun hubungan persaudaraan Aceh dan Turki di makam Baba Daud Rumi, kawasan Kampung Mulia, Banda Aceh. Elif tampak kurang bersemangat untuk menghabiskan hidangan yang ada di depannya. Ia hanya mampu menelan beberapa suap, lalu setelah itu langsung berhenti makan.

Dalam wawancara dengan Serambi, seusai acara itu kemarin, Elif mengaku dirinya memang asing dan kurang bisa beradaptasi dengan makanan Aceh yang kaya bumbu rempah-rempah dan pedas. Karena itu, tak heran bila selama berada di Aceh Elif lebih banyak mengonsumsi buah-buahan. "Makanannya terlalu pedas," ujar Elif yang didampingi temannya Adanur.

Meski kurang cocok dengan makanan, namun tidak dalam hal panorama alam Aceh. Elif yang merupakan vlogger sekaligus selebgram di Turki ini mengaku sangat mengagumi keindahan alam Tanah Rencong. Selama beberapa hari berada di Aceh, gadis berusia 29 tahun ini sudah mengunjungi sejumlah tempat wisata di Banda Aceh, Sabang, dan Pulo Aceh. Tampaknya, Elif begitu menaruh decak kagum terhadap hamparan pantai Aceh yang berwarna tosca dan dipadu gunung. Sebagai bukti, Elif memposting sejumlah foto pantai Aceh di akun instagram pribadinya.

Ia juga sempat diajak berkunjung ke Gampong Melingge, salah satu desa terjauh di Pulo Aceh. Di desa itu, Elif berbaur dengan masyarakat saat pelaksanaan bakti sosial. Di tempat tersebut, Elif juga terlihat sangat menikmati suasana pantai desa yang pernah disapu gelombang tsunami pada akhir Desember 2004 lalu.

Di mata Elif, Pulo Aceh memiliki alam yang indah terutamanya pantainya. Namun, ia punya catatan yaitu ke depan kebersihan Pulo Aceh harus lebih dijaga lagi. Menurutnya, kawasan pulau yang menghadap ke Samudera Hindia itu sangat cocok dikembangkan menjadi objek wisata alam dan sejarah. Ia berharap Pulo Aceh juga dapat berkembang seperti Sabang yang sudah lebih dulu maju.

Sebenarnya, kedatangan Elif bersama seorang vlogger lainnya, Adanur ke Aceh dalam rangka mengikuti bakti sosial di Pulo Aceh dan mengunjugi sejumlah situs sejarah jejak Turki di Aceh. Sebelumnya, gadis yang sedang mengambil magister jurusan tourism/pariwisata ini sudah banyak mengetahui tentang hubungan Aceh dan Turki pada masa lampau melalui artikel di internet. "Saya sangat senang berada di Aceh, saya melihat setelah tsunami banyak hal yang baru di Aceh, orang-orang Aceh sangat ramah, agamis, dan mudah bergaul," ujar Elif.

Gadis yang berdomisili di Istanbul ini, juga menyempatkan diri berziarah ke makam leluhurnya yang ada di Aceh, seperti Makam Baba Daud Rumi dan Kompleks Makam Bitai. Selama berada di Aceh, Elif banyak memposting suasana di Aceh. Sehingga sejumlah teman dan followernya di Turki bertanya tentang karakter orang Aceh dan orang Indonesia secara umum. Sebab, cerita Elif, selama ini warga Turki sering bertemu warga Indonesia saat melaksanakan ibadah haji atau umrah di Tanah Suci. Di Mata orang Turki, orang Indonesia sangat santun.

Sebelum kembali ke Turki, Elif bersama temannya Adanur yang berasal dari Bursa memiliki satu keinginan yaitu bertemu dengan gajah. Sehingga sejumlah mahasiswa Aceh di Turki berniat mengajak dua gadis Negeri Ottoman ini berkunjung ke CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, untuk bermain bersama gajah. (muhammad nasir)

Lainnya
HUT Ke-74 TNI Kapolsek Senayang Suapkan Kue Ultah ke Anggota TNI
HUT Ke-74 TNI Kapolsek Senayang Suapkan Kue Ultah ke Anggota TNI
Solok Selatan distribusikan air bersih ke daerah terdam
Habibie Wafat - Wagub Nasrul Abit Melayat ke Rumah Duka
Jabatan Lurah Tuah Madani Kosong, Abdimas: Kami Akan Ki
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I