Tingkatkan Pelayanan, Dispar Sumbar Gelar Uji Kompetensi Pemandu Wisata
BUKITTINGGI,KANALSUMATERA.com - Sebanyak 30 orang peserta pemandu wisata minat khusus arung jeram dari Kabupaten Kota se Sumatera Barat mengikuti pembekalan dan uji kompetensi, Selasa malam (17/9/2019) bertempat di hotel Grand Malindo Kota Bukittinggi. acara ini dibuka oleh Kepala dinas pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Ir.Oni Yulfian,M.BTM melalui Kabid pengembangan destinasi dan daya tarik wisata, Doni Hendra.
Pada sambutan kadis pariwisata Provinsi Sumatera Barat yang dibacakan Doni Hendra, mengatakan Sumatera Barat memiliki banyak tempat untuk berwisata arung jeram. Selain berbagai pilihan olahraga arus deras, seperti kayak, tube rafting bisa dilakukan di Sumatera Barat. Beberapa tempat yang sering menjadi tujuan penyuka arus deras, seperti Batang Kuantan di Kabupaten Sawahunto Sijunjung, Batang Antokan di Kabupaten Agam, Batang Tarusan di Kabupaten Pesisir Selatan dan Klota Padang serta di Kabupaten padang Pariaman untuk tube dan rafting.
"Saat ini wisata alam arung jeram cukup diminati berbagai wisatawan baik mancanegara dan nusantara. Untuk itu, harus ada pengelolaan manajemen dan kesiapan manajemen dan kesiapan sumber daya manusia, agar wisatawan lebih merasa aman, nyaman dan memiliki kepuasaan tersendiri ketika menikmati wisata air ini," katanya.
Disampaikan, Sertifikasi wisata minat khusus arung jeram ini perlu diselenggarakan untuk meminimalisir kecelakaan dalam penyelenggaraan paket wisata arung jeram, dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi wisatawan.
"Karena pemandu yang sudah memiliki sertifikat/lisensi diakui oleh skill yang dimiliki sebagai pemandu professional di bidangnya dalam melayani wisatawan yang ingin menikmati wisata arung jeram. Saat ini jumlah pemandu wisata minat khusus arung jeram yang sudah mengikuti sertifikasi dan sudah memiliki lisensi di Sumatera Barat berjumlah 48 orang," ucap Oni Yulfian.
Sedangkan ketua panitia kegiatan ini yang juga sebagai Kabid pengembangan destinasi dan daya tarik wisata, Doni Hendra menjelaskan kepada wartawan MinangkabuNews.com, peningkatan kualitas dan kompetensi SDM pariwisata menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan global yang semakin kompetitif, namun masih terasa kurangnya SDM dibidang pelayanan pariwisata pada destinasi wisata.
"Untuk itu perlu diberikan sertifikasi dan kompetensi untuk meningkatkan kapasitas pelayanan pemandu pariwisata dalam bentuk uji kompetensi," katanya.
Metode kegiatan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja pariwisata dilakukan dengan pola pembekalan dan uji kompetensi serta dilanjutkan dengan praktek lapangan di Bonjo Kabupaten Pasaman. Adapun tujuannya adalah meningkatkan kompetensi pemandu wisata arung jeram, meningkatkan keterampilan teknis, meningkatkan kualitas dan daya saing serta meningkatnya kualitas pelayanan kepariwisataan dan produktivitas usaha pariwisata, lanjutnya.
Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 17 hingga 19 September 2019 dan diakhiri praktek lapangan. Narasumber terdiri dari Kadis Parekraf Provinsi Sumatera Barat, Asosiasi Federasi Arung Jeram Indonesia Sumatera Barat dan LSP Pariwisata Pramindo Jakarta, pungkas Doni Hendra. (Iwin SB)
