Tentara GAM yang Sukses 'Bergerilya' di Kampus, Kini Bergelar Magister

Islami
Rabu, 2 Januari 2019 10:02:46
Jamaluddin, Eks Tentara GAM yang berhasil meraih gelar Magister

KANALSUMATERA.com - Tak ada yang mustahil di dunia ini. Ibarat kata pepatah, “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil".

Setidaknya begitulah gambaran perjuangan Jamaluddin bin Syarifuddin, mantan prajurit militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ikut bergerilya saat konflik Aceh berkecamuk beberapa tahun silam.

Seperti dilansir dari serambinewscom, Rabu (2/1/2019), lelaki kelahiran Aceh Utara 3 Juni 1982 itu, Senin (12/11/2018) lalu membuka lembaran baru dalam hidupnya.

Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengukuhkannya sebagai salah satu mahasiswa yang meraih gelar magister manajemen.

Jamal lulus dengan hasil memuaskan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,44. Nilai ini merupakan raihan luar biasa bagi seorang kombatan GAM yang pernah luput dari pendidikan formal di masa lalu.

Tertarik dengan GAM

Cerita berawal dari lahirnya kesepakatan damai MoU di Helsinki, Filandia, 15 Agustus 2005. Jamal bersama rekan-rekannya turun gunung meninggalkan atribut militer dan senjata.

Mereka berbaur kembali dengan masyarakat dan menata hidup, termasuk melanjutkan pendidikan. Sedangkan Jamal berasal dari keluarga sederhana di Desa Gunci, Kabupaten Aceh Utara.

Ia menamatkan sekolah dasar (SD) pada 1995 dan melanjutkkan ke jenjang SMP Negeri 1 Sawang dan lulus pada 1999.

Setelah itu, Jamal menempuh pendidikan SMA PGRI Krueng Geukuh. Saat itulah dia bersentuhan dengan GAM. Pada tahun 2000, dia mengikuti pendidikan militer GAM saat masih duduk di bangku SMA.

Saat itu dia dibimbing oleh Panglima Sagoe Tgk di Lhokdrin, Daerah I di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Usai menamatkan ujian akhir kala itu, Jamal meninggalkan pendidikan formalnya, memantapkan pilihan bergabung dengan GAM.

Pada akhir 2002, ia hijrah ke Aceh Besar, bergabung dengan para kombatan di Daerah IV Aceh Besar, di bawah komando Tgk Muharram.

Melanjutkan pendidikan

Setelah perjanjian damai disepakati, Jamal ditugaskan oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) atau wadah tempat bernaung para kombatan GAM untuk memfasilitasi pengobatan mantan kombatan dan masyarakat yang cacat dan yang masih terluka akibat perang.

Tugas ini dijalankannya sampai 2009. Dia juga terlibat aktif dalam menyusun kebijakan program Jaminan Kesehatan Aceh atau JKA sebagai Anggota Tim Asistensi Pemerintah Aceh Bidang Kesehatan tahun 2008 -2009.

Kemudian dia diangkat sebagai Anggota Tim Anti Korupsi Pemerintah Aceh (2009-2011). Pendidikan tak dilupakannya.

Jamal kemudian melanjutkan studi sarjananya di Universitas Setia Budi Mandiri, Medan memilih Fakultas Ekonomi. Kendala demi kendala dialaminya karena lamanya meninggalkan pendidikan formal.

Namun, tekad kuat dengan dukungan rekan-rekannya di civil society, membuatnya terus belajar lebih baik dan berhasil menamatkan pendidikan sarjana pada 2014.

Pada 2015, Jamaluddin mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Ekonomi Manajeman, Universitas Syiah Kuala.

Tahun 2018, dia berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,44. Ia mengambil tema untuk tesisnya berkaitan dengan manajemen resolusi konflik di Aceh.

"Ada tiga hal untuk mengimplementasi strategi perdamaian yang telah disepakati. Pertama, komitmen atau tekad yang bulat untuk mengimplementasikan hasil kesepakatan," kata Jamal.

Kedua, implementasi strategi membutuhkan kecakapan untuk melaksanakan semua kesepakatan damai tersebut.

"Ketiga adalah koordinasi. Dengan Koordinasi semua potensi bisa disinergikan dengan baik, dengan koordinasi yang matang maka potensi-potensi konflik bisa dihilangkan," ujarnya.

Buah dari kesungguhannya itu, Senin (12/11/2018) hari ini, Jamaluddin memetik hasilnya. Ia resmi bergelar magister.

Ia diwisuda bersama ribuan wisudawan lainnya di gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh. Selamat!. iin

Lainnya
Sekko Pekanbaru Lantik 8 Lurah dan 7 Pejabat Baru
Sekko Pekanbaru Lantik 8 Lurah dan 7 Pejabat Baru
Sagulung Dipilih Jadi Kampung Inklusi Keuangan Pertama
Polisi Jaga Ekstra Ketat Pelantikan Anggota DPRD Kepri
40.000 Warga Jambi Ramaikan Millenial Road Safety Festi
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Nobar Piala Dunia 2026 di Taman Kota Bangkinang, Pemkab Kampar Dongkrak UMKM dan Ekonomi Lokal
Nobar Piala Dunia 2026 di Taman Kota Bangkinang, Pemkab Kampar Dongkrak UMKM dan Ekonomi Lokal
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk
Ketua Dekranasda Kampar Hadiri Puncak HUT Ke-46 Dekrana
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga