Skandal Mesum Pejabat Goyang Simeulue, Libatkan Bupati dan Wakil Bupati
Kanalsumatra.com - BANDA ACEH - Dua demonstrasi besar menggoyang Simeulue dalam rentang waktu 20 hari ini. Kedua aksi demo yang diikuti massa berbeda itu sama-sama mengangkat dugaan skandal mesum yang dilakukan dua petinggi mereka, yakni Bupati Erli Hasim dan Wakil Bupati (Wabup) Afridawati.
Apabila Bupati Erli Hasim terseret skandal video mesum, maka Afridawati terseret skandal foto mesum. Kedua skandal yang masih dugaan ini, menjadi isu seksi di tengah dugaan korupsi yang sedang menggoyang para elite negeri Ate Fulawan tersebut.
Data dihimpun Serambi, aksi demonstrasi pertama terjadi pada Senin (29/7). Massa yang menamakan diri aliansi Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (Gempar) meminta DPRK memakzulkan Erli Hasim dari jabatan Bupati Simeulue.
Para pengunjuk rasa menilai, video pribadi Erli Hasim yang berakrab-akrab dengan seorang perempuan di sebuah ruangan merupakan perbuatan tidak terpuji dan tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala daerah. DPRK pun kemudian membentuk panitia khusus (pansus) mengusut kasus tersebut.
Hasilnya, pansus merekomendasikan pemakzulan Bupati Erli. Rekomendasi pansus ini dibawa ke paripurna DPRK yang kemudian menyetujui meneruskan rekomendasi pansus ini ke Mahkamah Agung (MA).
Dikonfirmasi Serambi Jumat (2/8), Bupati Erli Hasim menilai ada sesuatu yang dipaksakan dalam paripurna DPRK itu. Menurut dia, kewenangan rapat paripurna seharusnya memutuskan, bukan malah meneruskan hasil pansus. Erli pun menyatakan akan melaporkan penyebar video pribadinya dengan aduan dugaan pelanggaran UU ITE, sekaligus menggugat ganti rugi senilai Rp 100 miliar.
Aksi tandingan
Senin (19/8) kemarin, atau setelah 20 hari berselang, giliran Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Simeulue (GM2PS) yang melancarkan aksi ke Gedung DPRK Simeulue. Massa juga meminta DPRK membentuk pansus untuk mengusut foto-foto dugaan mesum perempuan mirip Wakil Bupati Simeulue, Afridawati yang tak lain adalah istri dari mantan bupati Darmili.
"Pansus sangat penting dilakukan dengan transparan dan berimbang. Jangan hanya pansus ketika viralnya video Bupati Simeulue saja, tetapi menyangkut dengan beredarnya foto yang diduga melibatkan Wakil Bupati saat ini, itu tidak dibentuk pansus," ungkap koordinator aksi GM2PS, Johan Jalla, kepada Serambi Selasa (20/8).
Apalagi, sambungnya, berita acara pemeriksaan (BAP) sudah ada dan turut diserahkan ke DPRK Simeulue sebagai data pendukung. Informasi yang dia terima, foto-foto mesum yang diduga Wabup Simeulue itu terjadi pada tahun 2001 lalu di Banda Aceh.
