Ruas Jalan Ujung Batu–Batas Sumbar Banyak Rusak, Adam Syafaat Minta Pemprov Lakukan Perbaikan
KANALSUMATERA.com - ROKAN HULU — Kondisi Jalan Provinsi ruas Ujung Batu–batas Sumatera Barat (Sumbar) yang mengalami kerusakan di sejumlah titik mendapat perhatian dari Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau, Adam Syafaat, MA.
Melalui unggahan di akun Facebook miliknya pada 23 September lalu, Adam Syafaat meminta Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan tersebut. Pasalnya, terdapat banyak titik kerusakan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Mohon perbaikan PU Provinsi, jalan provinsi ruas Ujung Batu–batas Sumbar banyak sekali titik yang membahayakan pengguna jalan,” tulis Ketua DPD Partai PKS Rohul itu dalam unggahannya.
Ruas Ujung Batu–batas Sumbar merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Rokan Hulu dengan wilayah Sumatera Barat. Selain menjadi akses utama bagi masyarakat, jalur ini juga berperan dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di kawasan perbatasan kedua provinsi.
Baca: 8 Tahun Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Solusi untuk Jembatan Rumbio
Kondisi jalan yang semakin rusak dikhawatirkan tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Keluhan mengenai kondisi jalan tersebut turut disampaikan sejumlah masyarakat melalui kolom komentar unggahan Adam Syafaat. Warga menyebut terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah, bahkan badan jalan dinilai berpotensi runtuh.
Salah seorang warga, Indra Joni, membenarkan kondisi tersebut. Ia juga mengusulkan agar perbaikan infrastruktur jalan disertai dengan program penghijauan di sepanjang ruas jalan.
“Betul pak dewan, lah banyak jalan yang runtuh. Saran pak dewan, bagusnyo lai penanaman pohon kiri kanan jalan tu pak dewan. Tanam tanaman yang bermanfaat seperti jalan-jalan di Sumbar ditanam kayu manis dan lainnyo,” tulis Indra Joni.
Baca: Bupati Kampar Siapkan Alat Berat, Warga Buka Lahan Tanpa Membakar
Sementara itu, Darmis Harpendi menilai perbaikan jalan perlu dipercepat karena kerusakan infrastruktur tersebut dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Betul pak, agar cepat diperbaiki, jalan terputus ekonomi ikut terputus,” komentarnya.
Hal senada disampaikan Hartopo Martopo. Ia berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan pada tahun ini, mengingat ruas tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Rokan Hulu dengan wilayah Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
“Mudah-mudahan ada perbaikan tahun 2026 ini. Kepada pihak terkait mohon kiranya kepedulian untuk memperbaiki jalan ruas provinsi ini yang menghubungkan jalan alternatif Riau (Rohul) dan Sumbar (Rao Pasaman) serta infrastruktur urat nadinya ekonomi di daerah kami ini, sebelum terjadi korban dan kerusakan jalan ini terlalu parah,” tulisnya.
Baca: Perbup Pengelolaan Parkir Kampar Dimatangkan, Pemkab Fokus Perkuat Aturan
Keluhan mengenai kondisi jalan juga disampaikan Rudiansyah Mrc. Ia menyebut kawasan Rokan IV Koto menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, ia mengungkapkan adanya kerusakan jalan di Koto Tandun yang menurutnya telah menyebabkan sejumlah korban.
“Rokan IV Koto ya pak. Memang membahayakan itu. Satu lagi pak, aspal di Koto Tandun RT 1 KM 6 bergelombang parah, sudah banyak korban. Dan yang terakhir warga Aliantan meninggal, posisi jalan menanjak langsung menikung, jadi banyak yang jatuh karena aspal bergelombang,” tulis Rudiansyah.
Beragam keluhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi.
Adam Syafaat meminta Pemprov Riau melalui instansi teknis segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Baca: Truk Over Muatan Bikin Jalan Kampar Rusak, DPRD Riau Desak Tambang Ditertibkan
Menurutnya, perbaikan perlu dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Jangan sampai menunggu terjadi korban baru jalan diperbaiki. Titik-titik yang membahayakan pengguna jalan harus menjadi perhatian dan segera ditangani,” tegas Adam.
"Saya juga akan segera koordinasiikam dengan dinas agar bisa ditangani," tutupnya.
Ia berharap pemerintah dapat memprioritaskan penanganan ruas jalan tersebut, termasuk melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan serta memasang tanda peringatan di lokasi yang membahayakan pengguna jalan sebelum dilakukan perbaikan secara permanen.
