Puluhan Mahasiswa Memadati RS Bhayangkara Medan Untuk Memantau Perawatan Teman

Mawardi Tombang
Rabu, 25 September 2019 10:02:52
Puluhan mahasiswa memadati gerbang utama RS Bhayangkara Medan

MEDAN Kanalsumatra.com - Puluhan mahasiswa memadati pintu utama RS Bhayangkara Medan, Selasa (24/9/2019) malam.
Pasalnya puluhan mahasiswa tersebut dikabarkan hendak menjenguk para mahasiswa yang mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara.
Tidak hanya rekan-rekan mahasiswa yang menunggu, tapi para orang tua dari rekan mahasiswa yang dirawat juga terlihat menunggu.

Salah seorang petugas yang menggunakan baju kaos menjumpai mahasiswa serta orangtua.
"Ini rumah saya. Kalau kalian tertib kita bisa layani. Jangan memadati di depan gerbang utama ini. Ini jalan umum," ujarnya," ujarnya.
Sempat terjadi cekcok antara massa dengan petugas, namun salah seorang polisi tersebut mengambil langkah jalan tengah.

"kita namanya siapa, tulis, sekarang kita mau tanya siapa namanya. Mana pulpen, mana pulpen," ujarnya mengarah kepada anggota.
Lanjut petugas, biar tidak ramai dan menghalangi jalan, perwakilan orang tua atau satu orang dari rekannya.
"Yang tinggal di sini orang tua yang di rawat. Kalau tidak ada pihak keluarga, satu orang teman mewakilinya," ungkap petugas.

Tindakan yang diambil polisi untuk mengantisipasi kemacetan baik akses keluar masuk RS Bhayangkara maupun lalu lintas di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.
Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Medan melakukan aksi di depan DPRD Sumut.
Aksi tersebut memanas hingga beberapa orang baik mahasiswa maupun polisi dikabarkan mendapat perawatan medis.

Semetara pintu utama RS Bhayangkara, pagar dalam keadaan ditutup.
Beberapa orang yang hendak masuk baik kendaraan sepeda motor maupun mobil ditanya petugas maksud dan tujuannya.
Di luar gerbang utama, puluhan orang masih setia menunggu mahasiswa yang mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Medan.



Lainnya
Karhutla di HGU Bengkalis, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka dan Dalami Asal Api
Karhutla di HGU Bengkalis, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka dan Dalami Asal Api
Sungai Sail Meluap, Hamdani Langsung Turun Ke Lokasi Ba
M Yasir Pimpin KNPI Bina Widya Secara Aklamasi
Ratusan Jaringan Irigasi di Simalungun Terancam tak Ter
Pendidikan
Wabup Misharti Edukasi Pelajar SMP V Tambang tentang Bahaya Narkoba
Wabup Misharti Edukasi Pelajar SMP V Tambang tentang Bahaya Narkoba
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind