Petani Binaan BRG Bentuk Koperasi Petani Gambut

Mawardi Tombang
Senin, 16 Desember 2019 11:16:18

PEKANBARU, KANALSUMATERA.com - Masyarakat petani binaan Badan Restorasi Gambut (BRG) mendeklarasikan terbentuknya Koperasi Petani Gambut (KPG) Riau, untuk membuka peluang pasar, Sabtu, (14/12/2019)

Kepala BRG Nazir Foead yang hadir dan berkesempatan memberikan kata sambutannya, menyampaikan pihaknya sangat mendukung koperasi inisiatif petani tersebut.

"Koperasi ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi hasil pertanian, perkebunan, dan usaha kecil dari para petani, peningkatan kualitas, dan akses pasar yang lebih kuat. Kita harapkan program revitalisasi ekonomi ini dapat berdikari dan berkelanjutan," paparnya.


Selanjutnya, Asisten Deputi Pertanian dan Perkebunan Kementrian Koperasi dan UKM Dewi Syarlen menambahkan, dalam koperasi, hasil produksi masyarakat bisa ditampung dan disalurkan kepasar.

Baca: Melalui Program 'Kampar Peduli', Baznas Kampar Salurkan Zakat Rp 114.000.000 Tiap Bulan ke Mustahik

"Dari pada mereka hanya kelompok-kelompok sendiri, memang lebih baik dengan koperasi. Sehingga hasil produknya bisa ditampung dan koperasi menyalurkan pemasarannya," jelasnya.

"Kemudian, mereka juga bisa mengusulkan untuk mendapatkan sertifikat, seperti label halal dan lain-lain. Kalau produk ini akan keluar negeri, bisa juga kita bantu mengusahakan sertifikat apa yang diperlukan," paparnya.

Sementara itu, Kepala KPG Riau Misnadi mengatakan pihaknya akan selalu mengharapkan bimbingan dan arahan dari kelembagaan, terutama kemnetrian koperasi, sehingga koperasi ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan hasil dan manfaat terbaik bagi masyarakat petani maupun bagi kesejahteraan ekonomi daerah.
"Kita sudah mendeklarasikan pembentukan KPG, selanjutnya kami mengharapkan bimbingan dan arahan dari kelembagaan terkait, agar koperasi ini bisa berjalan dan berkembang untuk kesejahteraan kita bersama," paparnya.

Untuk diketahui, tahun ini ada sekitar 259 kelompok masyarakat (Pokmas) yang menjadi binaan BRG. Sesuai dengan ciri khas daerahnya, masing-masing Pokmas memiliki berbagai jenis produk, diantaranya berbagai olahan dari nanas. Seperti selai dan sari buah nanas, dodol nanas, keripik, kerajinan tangan dan sebagainya.

Baca: Pemkab Kampar Ikuti Zoom LKPD Tahun 2025 Bersama Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara

Koperasi Petani Gambut Provinsi Riau akan membantu memasarkan tiga klasifikasi produk pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat, berupa, Revitalisasi bidang budidaya tanaman, menghasilkan produk jahe, pinang, kencur. Revitalisasi bidang budidaya peternakan, menghasilkan produk daging, ayam potong, telur dan penambahan populasi bibit ternak terutama anakan sapi dan kambing.

Kemudian, revitalisasi bidang usaha kecil atau mikro, menghasilkan produk turunan seperti dodol nanas, sari buah nanas, dan produk olahan sagu.

BRG juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung inisiatif para petani ini, masih banyak ruang bagi para petani untuk mengembangkan kapasitas pemasaran, penjualan dan pengelolaan aset hasil pertanian. Diharapkan inisiatif para petani ini menarik perhatian pihak lain untuk bekerja sama mendukung upaya restorasi ekosistem gambut Indonesia terutama dalam program revitalisasi ekonomi masyarakat di sekitar ekosistem gambut.

Terkait
Terima Perwakilan Riau Asal Kampar di Ajang PPPI, Kadiskominfo Harap Dapat Mengharumkan Daerah
Terima Perwakilan Riau Asal Kampar di Ajang PPPI, Kadiskominfo Harap Dapat Mengharumkan Daerah
Tindak Lanjut Arahan Presiden, Pemkab Kampar Gaungkan B
Berkat Perjuangan Adam Syafaat, Tiga Dusun Terpencil di
Pemkab Kampar Buka Seleksi Calon Direktur Perusda Tirta
Lainnya
Kedai Remang-remang Jadi Target, 92 Botol Miras Disikat Tim Yustisi Kampar
Kedai Remang-remang Jadi Target, 92 Botol Miras Disikat Tim Yustisi Kampar
Aplikasi 'Pekanbaru Dalam Genggaman', Wajah Pekanbaru S
Ekspos Final Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru, In
Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Gas Bercampur Lumpur
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1