Pelantikan APKASINDO Riau 2025–2030, Perkuat Daya Saing dan Keberlanjutan Industri Sawit di Daerah
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau Masa Bakti 2025–2030 menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing serta keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah. Organisasi petani sawit diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan produktivitas, memperjuangkan kesejahteraan petani, dan mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan. Jumat (19/06/2026)
Sebagai provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia, Riau memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan sektor sawit yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Dalam konteks tersebut, APKASINDO dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi petani sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan tata kelola perkebunan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor kelapa sawit telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah maupun nasional. Selain menjadi penyumbang devisa melalui ekspor, sektor ini juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca: Kafilah Kabupaten Kampar Ikuti Training Center Jelang MTQ Provinsi Riau ke-44 di Kuantan Singingi
"Riau memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat besar. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga keberlanjutan sektor ini agar tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Menurut Syahrial, industri sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan peningkatan produktivitas hingga penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca: Hendry Munief: Siak harus Menjadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia
"APKASINDO memiliki peran strategis sebagai wadah yang memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan perkebunan yang berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan organisasi petani yang kuat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan. Selain itu, organisasi juga berperan dalam memperluas akses petani terhadap informasi, teknologi, serta berbagai program pemberdayaan yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, K.H. Suher, menyampaikan bahwa kepengurusan baru berkomitmen memperkuat peran petani sebagai pelaku utama dalam pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, petani harus mampu menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan perkebunan yang produktif, modern, dan berkelanjutan.
Baca: Bupati Kampar Buka Festival Kreatif Lipatkain Season III: Harus Tumbuh Tanpa Mencabut Nilai Luhur
"Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang besar. Karena itu, kami akan bekerja untuk memperkuat organisasi sekaligus memastikan keberadaan APKASINDO benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa industri kelapa sawit saat ini terus mengalami dinamika yang menuntut kesiapan seluruh pelaku usaha perkebunan, termasuk para petani. Oleh karena itu, APKASINDO akan memfokuskan program kerja pada penguatan kapasitas anggota agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan perubahan kebijakan yang terjadi.
Baca: BPBD dan Dinsos Kampar Siaga, Sungai Subayang Meluap: 7 Desa di Kampar Kiri Hulu Terendam
"Petani tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri sawit. Mereka harus menjadi pelaku yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan daya saing yang kuat," pungkasnya.
Pelantikan pengurus baru APKASINDO Riau diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mewujudkan industri kelapa sawit yang semakin maju, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (SM)
