LRT Sumsel Palembang Ramah Disabilitas
Palembang, KANAL SUMATERA.COM – Sebagai transportasi umum massal, kereta light rail transit (LRT) Sumsel harus ramah dengan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari orang dewasa, anak-anak, hingga kaum disabilitas.
Untuk itu, Executive Vice President PT KAI Divre III Palembang, Anang Yoyo, mengaku fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas pun disiapkan. Setiap stasiun, beberapa unit kursi roda disediakan bagi penumpang yang tak sanggup berjalan. Sementara untuk menuju stasiun, bisa lewat tangga eskalator dan lift.
“Toilet, penunjuk arah, serta batas pintu masuk kereta juga dibuat ramah disabilitas. Petugas kami di stasiun siap membantu disabilitas untuk masuk atau keluar kereta,” ujar Anang dibincangi usai gelar edukasi perkeretaapian dengan siswa Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, kemarin (10/12).
Anang mengatakan tak hanya untuk kaum disabilitas, ibu-ibu menyusui pun diberi ruang khusus melakukan aktivitasnya. “Ada juga ruang ibu menyusui. Semuanya dibangun sesuai standar pelayanan yang ramah terhadap penumpang,” katanya.
Baca: Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Hari Keempat, 500 Personel Dikerahkan
Dijelaskan, saat ini, pihaknya terus melakukan perbaikan fasilitas dan pelayanan. Nantinya waktu tunggu LRT Sumsel lebih dipersingkat dengan beroperasinya trainset ke-8. Semula 33 menit menjadi 25 menit. “Kereta masih diuji coba dan proses sertifikasi. Kalau sudah selesai langsung dioperasionalkan,” terangnya.
Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menambahkan sosialisasi ke siswa YPAC sebagai upaya mengenalkan LRT Sumsel kepada seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali disabilitas. Ia mengharapkan masyarakat berkebutuhan khusus tidak takut menggunakan transportasi LRT maupun kereta api. “LRT Sumsel ikut mendukung dan ramah bagi disabilitas dalam bertransportasi,” katanya.
Aida mengungkapkan LRT Sumsel sudah bekerja sama dengan sejumlah bank untuk penggunaan kartu uang elektronik (KUE), sehingga tak perlu antre di loket. “Penggunaannya akan diperluas,” ucapnya singkat.
Guru Pendamping YPAC, Martini mengatakan fasilitas LRT Sumsel mulai dari masuk sampai stasiun, kereta dan keluar stasiun sangat ramah dengan penyandang disabilitas. Pelayanan petugas pun sangat baik. “Saya rasa transportasi umum lainnya harus meniru pengelolaan LRT Sumsel. Sehingga kaum disabilitas bisa gunakan transportasi umum,” pungkasnya. sme/ks
