Optimalkan Cara Penulisan, Anggota PMR se Sumbar Ikuti Workshop dan Lomba Karya Tulis Ilmiah
BUKITTINGGI,KANALSUMATERA.com - Dalam suatu musibah bencana apapun bentuknya, relawan yang turut menolong dan membantu telah ditugaskan pada bidangnya masing-masing, assesment atau laporan dari kejadian tersebut wajib ditulis untuk dilaporkan ke posko markas guna dapat diketahui lebih lanjut.
Hal ini disampaikan Ketua PMI Kota Bukittinggi, H.Chairunnas kepada MinangkabauNews.com Selasa (24/9/2019) di markas PMI setempat.
Lebih lanjut disampaikannya untuk mengoptimalkan cara penulisan yang benar, maka diadakan workshop dan lomba karya tulis ilmiah bagi anggota PMR se Provinsi Sumatera Barat dalam rangkaian HUT PMI ke 74, Sabtu kemaren (21/9/2019) dengan mendatangkan Eko Yanche Edrie sebagai narasumber workshop dan juri lomba karya tulis ilmiah.
"Dia sudah tidak asing lagi di bidang journalistik, seorang penulis dan juga sebagai wakil ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Barat," ucap Chairunnas.
Anggota PMR PMI se Sumatera Barat dalam mengikuti workshop dan lomba karya tulis ilmiah sangat antusias sekali, mereka semua dengan tekun mendengarkan penyampaian narasumber pimpinan redaksi media cetak surat kabar harian Khazanah yang didampingi juri lainnya yang juga sebagai moderator, Iwin SB.
"Inilah yang diharapkan kelak agar anggota PMR dapat menulis yang benar dan jelas," ungkapnya.
Sementara itu Eko Yanche dalam paparannya di workshop, menyampaikan bagaimana menjadi seorang penulis yang benar.
"Tentunya harus dimengerti tema apa yang akan kita tulis, harus mengetahui dasar tulisan 1 H 5 W, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik," katanya.
Disampaikan, Imajinasi pikiran dalam membuat suatu tulisan sangat mendukung.
"Tulis menulis sebenarnya tidak sulit, yang sulit kalau tidak dimulai untuk menulis. Sejak dini anak-anak harus dapat menulis dalam bentuk tulisan, dicontohkannya menulis jangan melenceng dari tema yang akan ditulis, dan pula jangan terlampau panjang yang akan membingungkan pembaca," ujarnya.
Mengenai peserta yang mengikuti lomba karya tulis ilmiah rangkaian HUT PMI ke 74 tahun 2019, Eko Yanche jelaskan semua peserta bagus-bagus, setelah diseleksi untuk masuk nominasi, penilaiannya sangat ketat. Wal hasil dari 15 peserta lomba karya tulis ilmiah, yang masuk nominasi 5 peserta untuk menentukan juara.
"Kepada peserta lomba, dalam lomba kalah menang itu hal biasa, yang terpenting anak-anak harus tegar dan kokoh pada pendirian," pesan Eko Yanche.
Sedangkan Ahmad Jais kepala markas PMI Kota Bukittinggi menjelaskan, workshop dan lomba karya tulis ilmiah baru pertamakali diadakan pada rangkaian HUT PMI ke 74 tahun 2019 se Sumatera Barat.
Untuk tahun-tahun berikutnya terus dilakukan dan ditingkatkan lagi, dan ini pun mendapat dukungan dari PMI Provinsi Sumatera Barat, serta Kabupaten Kota, katanya.
"Menulis itu penting sekali, artinya apa yang dibaca ditulis, apa yang dilihat ditulis, apa yang didengar ditulis. Pada pertolongan membantu dan menolong korban suatu musibah bencana, itu hanya suatu gerakan, gerakan inilah yang harus ditulis untuk laporan," pungkas Ahmad Jais. (Iwin SB)
