Nasrul Abit Siap Beberkan Polemik RSUD M.Zein DiSidangTerbuka

Mawardi Tombang
Jumat, 9 Agustus 2019 14:27:12
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) -KANALSUMATERA.com Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengaku siap membeberkan semua fakta terkait pembangunan RSUD M.Zein saat dirinya masih menjabat Bupati Pesisir Selatan karena makin menjadi polemik.

"Saya minta agar DPRD Pesisir Selatan mengundang saya secara resmi, gelar sidang terbuka. Saya terangkan semua tentang pembangunan RSUD M.Zein yang dijadikan polemik itu," katanya di Padang, Jumat.

Ia juga meminta agar bupati, tokoh masyarakat dan ninik mamak Painan, anggota DPRD periode itu, Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait dan BPKP untuk datang dalam sidangterbuka tersebut.

Dengan demikian, menurut Nasrul, semua akan terang benderang sehingga tidak ada polemik lagi di tengah masyarakat.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Secara sekilas ia menerangkan pembangunan RSUD M Zein di Bukit Taranak, Kecamatan IV Jurai, adalah kesepakatan bersama antara semua pihak, bukan keinginan Nasrul Abit yang saat itu menjadi bupati.

Kesepakatan itu, kata dia, ditandatangani bersama. "Dokumennya masih ada hingga saat ini," ujarnya.

Ia menjelaskan pascagempa besar 2009 muncul beberapa hasil penelitian yang menyebutkan adanya potensi gempa besar di patahan berlokasi di Mentawai.

Jika gempa itu terjadi diperkirakan akan terjadi tsunami yang menerjang pesisir pantai Sumbar, termasuk Pesisir Selatan. Karena itu sebagai langkah antisipasi, RSUD dibangun di lokasi ketinggian, katanya.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Hal itu, ujar dia, juga didukung fakta bahwa lokasi RSUD saat itu tidak bisa lagi dikembangkan karena sudah sangat padat dan tidak bisa lagi menampung masyarakat yang ingin berobat.

Persoalan waktu itu adalah, kata dia, anggaran yang tidak memadai. Pembangunan RSUD M Zein itu diperkirakan butuh Rp100 miliar. Anggaran sebesar itu tidak bisa diakomodasi dalam APBD.

Ia menjelaskanAPBD Pesisir Selatan hanya bisa Rp10 miliar setahun. Artinya butuh 10 tahun agar RSUD itu selesai. Alternatif lain adalah meminjam dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang saat ini berubah menjadi Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebanyak Rp96 miliar untuk jangka waktu lima tahun.

Pengembalian per tahun itu sekitar Rp20-an miliar. Dana pengembalian itu diambil dari dana insentif daerah sebesar Rp35 miliar yang didapatkan jika laporan keuangan mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Baca: Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre

"Pesisir Selatan waktu itu WTP. Opini itu harus bisa dipertahankan terus agar bisa dapat insentif daerah dan bisa mengembalikan pinjaman dari PIP," katanya.

Jadi APBD murni Pesisir Selatan, menurut Nasrul, bisa dikatakan tidak terganggu akibat peminjaman itu. Hal itupun mendapatkan dukungan dari DPRD setempat.

"Jadi semua prosesnya bisa saya jelaskan semua dengan bukti. Sekarang saya tinggal menunggu undangan resmi dari DPRD Pesisir Selatan. Kapan saja saya siap. Saya sudah sampaikan agar segera saya diundang," kata Nasrul.



Lainnya
Bawaslu RI Buka Lomba Debat PHP VI 2026, Mahasiswa Kampar Diajak Ambil Bagian
Bawaslu RI Buka Lomba Debat PHP VI 2026, Mahasiswa Kampar Diajak Ambil Bagian
Upacara Memperingati Harhubnas Ke 53 Tahun 2023 Di Kabu
Kepala BNPB Apresiasi Pengendalian Covid-19 di Batam
Partai Peraih Kursi DPRD Kota Medan Dapat Dana Parpol,
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
Lintas Angkatan Bersatu, Reuni IKA SMPN 10/09 Harapan R
Karmila Sari Dorong Sekolah di Riau Benahi Data untuk P
Kriminal
Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Aktor Intelektual Diburu
Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Aktor Intelektual Diburu
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat
BNN Usul Vape Dilarang Total, Temuan Narkoba Cair Jadi
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
8 Orang Hilang Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polri
13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibr