Krisis Air Berpotensi Terjadi di Pulau Bintan
Tanjungpinang - Pulau Bintan (Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang) potensi mengalami krisis air, kata Ketua LSM Air, Lingkungan dan Manusia Kepulauan Riau (ALIM Kepri), Kherjuli.
"Manajemen pengelolaan air jangka pendek perlu dibenahi untuk mencegah krisis air," katanya di Tanjungpinang, Jumat (19/7).
Untuk sektor domestik, menurut dia krisis air bersih akan terus berlarut, dan dirasakan penduduk di Pulau Bintan selama beberapa bulan dalam setiap tahun jika potensi sumber daya air tidak dikelola secara maksimal, dan cepat.
"Pada saat intensitas curah hujan tinggi, maupun di musim kemarau, kondisi Pulau Bintan tetap potensial krisis air karena wadah penampung air (waduk) 'existing' belum mampu menampung air larian dalam jumlah besar," katanya.
Baca: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
Kondisi itu diperburuk dengan Water Treatment Proses (WTP) yang terbangun, namun jumlahnya masih dibawah jumlah kebutuhan saat ini, yang diperkirakan 350 l/Det - 400 l/det. "Existing saat ini baru 250 l/det," katanya.
Untuk menutupi neraca air di Pulau Bintan yang defisit, akibat ketersediaan berada dibawah kebutuhan. Baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun non domestik lainnya.
Untuk jangka pendek, kata dia pemerintah melalui BWS Kementerian PU telah menyiapkan waduk kawal.
"Kami apresiasi itu. Walau masih jauh dan terkesan lambat. Karena masalah yang kita hadapi saat ini, bukan lagi persoalan air baku saja, tetapi lebih pada air bersih yang dapat dikonsumsi," ucapnya.
Baca: PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
Dikemukakan Kherjuli seperti diungkap batamnews, permasalahan yang dihadapi sekarang bagaimana percepatan penyediaan air minum perkotaan, dapat terwujud sehingga PDAM mampu memberikan pelayanan dengan cakupan dan kualitas yang baik.
Seperti Batam mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Hal itu disebabkan manajemen pengelolaan sumber air bersih cukup baik.
Kapasitas air selalu lebih awal ditingkatkan sebelum terjadi penambahan penduduk.
"Jumlah penduduk tentunya mempengaruhi berapa banyak kebutuhan air. Batam sadar akan itu," tuturnya.
Baca: Tim Rescue Pos SAR Batam Gercep.... Cari Awak Kapal Tamark 02 di Perairan Batam
Saat ini, kata dia untuk sektor domestik, khususnya air PDAM, diperkirakan 17 m3/KK/bulan. Sampai sekarang belum tahu jumlah penduduk yang belum terlayani.
Namun PDAM Tirta Kepri mengklaim sebanyak 59 persen rumah tangga di Pulau Bintan belum terlayani.bn/ks
