Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang

Mawardi Tombang
Selasa, 3 September 2019 13:43:38
Wakil presiden yusuf kalla di Padang

PADANG,KANALSUMATERA.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan soal pembangunan infrastruktur di Papua yang digenjot pemerintahan Presiden Joko Widodo nyatanya belum bisa memberikan harmonisasi pada bumi Cenderawasih itu.

"Selain pembangunan, semestinya ada nilai saling menghargai untuk mewujudkan harmonisasi yang diinginkan di tanah Papua," kata Yusuf Kalla saat silaturahim bersama Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tokoh masyarakat se-Sumatera Barat di Grand Inna Padang Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, (2/9/2019).

Menurutnya, pola pikir kalau Papua dibuai dengan pembangunan insfrastruktur akan dapat mewujudkan pemerataan. Namun, yang terjadi nyatanya belum bisa teralisasikan meskipun anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit mengingat kondisi Papua yang saat ini justru masih bisa terjadi kerusuhan.

"Tapi ternyata di Papua, infrastruktur dibangun dengan sangat sulit karena pegunungan dan sebagainya, tidak menambah atau malah tidak memberikan sesuatu hasil yang kita harapkan untuk memberikan pemerataan, harmonisasi, dan juga kesejahteraan yang baik untuk masyarakat," kata JK

JK menerangkan bahwa hal tersebut dapat terjadi dengan berbagai macam kemungkinan. Salah satu alasan yang dijelaskan ialah yakni bagaimana cara pemerintah melayani masyarakat namun belum bisa memuaskan. Sehingga yang terjadi ialah malah ketidakadilan yang dirasakan di tengah-tengah masyarakat semisal adanya kesenjangan yang bisa merangsang perasaan ketidakadilan.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Selain itu, menurut JK pentingnya saling menghargai antar masyarakat untuk dapat mewujudkan keharmonisasian yang diinginkan.

JK menyinggung soal diksi rasis yang dilontarkan saat sejumlah organisasi masyarakat (ormas) saat mengepung asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Akibatnya, terjadi pembelaan dari masyarakat Papua yang turun ke jalan untuk menggelar aksi damai akan tetapi sebagian besar berujung kepada kerusuhan.

"Suatu letupan yang kita kenal semua selalu dipersoalkan kata monyet di situ. Juga pada saat 2-3 tahun lalu terjadinya demo besar di Jakarta juga karena satu kata Al Maidah," kata dia.

"Jadi artinya kita sendiri harus menjaga perasaan masing-masing untuk menjaga keharmonisan bangsa ini. di samping juga kita harus mengetahui masalah yang timbul di daerah ini dan di daerah-daerah yang lain," tutupnya. (RI/suara.com)



Terkait
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta J
Lainnya
Berjalan Lancar, Ketua FKPP Riau Apresiasi Pelaksanaan Muzakarah Ulama
Berjalan Lancar, Ketua FKPP Riau Apresiasi Pelaksanaan Muzakarah Ulama
Rapat Percepatan Penyusunan Laporan PJ Bupati Kampar Tr
Kerugian Akibat Kabut Asap di Riau Diperkirakan Rp50 Tr
Usai Dilanda Longsor, Jembatan Siduadua Sibaganding Sud
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Pemkot Pekanbaru Bebaskan 59 Ijazah Siswa, Tahap 2 Segera Berjalan
Pemkot Pekanbaru Bebaskan 59 Ijazah Siswa, Tahap 2 Segera Berjalan
Perkuat Kualitas Pendidikan, UPT SDN 014 Batu Belah Gel
Syahrul Aidi Dorong Riset Kampus Jadi Acuan Utama Dasar
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini