Hasil Validasi Daftar Tunggu Dinilai Korban Gempa Pidie Jaya Tak Tepat Sasaran

Amar
Senin, 11 Maret 2019 17:42:18
Para korban gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 yang masuk dalam daftar tunggu mendatangi BPBD setempat

KANALSUMATERA.com - Sejumlah korban gempa yang masuk dalam daftar tunggu mendatangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya. Mereka mempertanyakan kejelasan dan memprotes hasil validasi daftar tunggu yang dinilai tidak tepat sasaran.

"Rumah orang tua saya yang rusak akibat gempa sehingga tidak dapat dihuni lagi malah tidak masuk dalam daftar 297 unit yang akan dibangun," kata Hendri, warga Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Bandar Baru kepada AJNN, Senin (11/3).

Ironisnya, rumah yang masih dapat dihuni, lanjut dia, malah masuk dalam jumlah yang diprioritaskan itu.

"Rumah orang tua saya yang tidak berani dihuni lagi tidak masuk dalam data itu, malah rumah yang rusaknya tidak seberapa dan masih dapat dihuni masuk dalam data 297 unit. Itu kan sangat tidak adil," jelasnya.

Bahkan, ia meminta BPBD setempat untuk tidak memberikan satu unit pun bantuan untuk gampong tersebut, jika rumah yang masuk dalam data 297 unit itu sarat intervensi dari pihak tertentu.

"Di gampong kami ada 13 unit rumah yang masuk dalam daftar tunggu, enam diantaranya menjadi prioritas yang akan dibangun dalam waktu dekat ini. Namun anehnya, yang menjadi prioritas itu rumah yang masih dapat dihuni. Jika seperti ini, lebih baik tidak dibangun satupun," imbuhnya kesal.

Sementara itu, PPTK BPBD Pidie Jaya, Aswan yang dikonfirmasi AJNN menyebutkan, rumah rusak akibat gempa 7 Desember 2016 lalu yang masuk daftar tunggu sebanyak 1.010 unit. Namun, 297 unit diantarnya dijadikan prioritas. Jumlah tersebut semuanya masuk dalam kategori rusak berat.

"Dana yang ada saat ini hanya 297 unit, selebihnya masih tunggu bantuan dari pusat. Jadi hanya 297 unit yang menjadi priotitas, artinya, rumah tersebut memang tidak dapat dihuni lagi," jelas Aswan.

Menjawab kedatangan korban gempa ke kantornya tersebut, Aswan mengatakan pihaknya akan turun ke gampong itu untuk memvalidasi ulang yang akan sama-sama disaksikan oleh penerima manfaat serta masyarakat umumnya.

"Jika memang seperti ini, kami turun lagi ke lapangan, kami dan penerima manfaat sama-sama validasi kembali. Kita lihat dan kita bandingkan, siapa yang layak untuk masuk dalam data priotitas," sebut Aswan bergegas ke gampong tersebut.

Sebelumnya BPBD, seperti dilansir ajnn. telah memvalidasi rumah yang masuk dalam data prioritas, tapi DPRK setempat menampik data tersebut, dewan di Komisi B DPRK itu menilai data yang divalidasi oleh BPBD itu masih belum tepat sasaran. Sehingga Komisi B DPRK Pidie Jaya turun ke lapangan untuk memvalidasi ulang. Ironisnya, data yang sama-sama divalidasi itu juga belum tepat sasaran.

"Data yang kami turun ke lapangan hari itu sudah kami kasih ke pimpinan," kata Ketua Komisi B DPRK Pidie Jaya, Heri Ahmadi beberapa hari lalu.ks

Lainnya
Avika Raya Yolanda Banggakan Kampar Wakili Riau Pada Ajang Putera Puteri Pelajar Nasional 2026
Avika Raya Yolanda Banggakan Kampar Wakili Riau Pada Ajang Putera Puteri Pelajar Nasional 2026
Dirut JH Foundation Turut Hadiri Upacara HUT ke-24 Desa
FKPP Riau Kecam BPIP Larang Paskibraka Pakai Jilbab, Mi
Bus Damri Layani Rute Bangkinang-Bandara SSK II
Global
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Hukum
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Kanwil DJP Jabar I Bekukan 275 Rekening Penunggak Pajak
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerj
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama
Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah Ikut Bertanding
Pendidikan
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah N
Disdukcapil Bengkalis Jemput Bola Rekam KTP-el di Sekol
Ekonomi
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar