Hasil penelitian Dosen FKM Unand, tradisi "manjujai" di Minang dapat cegah stunting

Mawardi Tombang
Jumat, 11 Oktober 2019 13:58:33
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand Padang, Dr Helmizar.

Padang,KANALSUMATERA.com - Hasil penelitian Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Unand) Padang bahwa tradisi 'manjujai' atau meninabobokkan anak di Minangkabau dapat membantu pencegahan stunting.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand Padang Dr Helmizar di Padang, Jumat, mengatakan memberikan makanan yang bergizi saja tidak cukup untuk pencegahan stunting, namun harus diimbangi dengan pola asuh yang baik dari ibu yakni berupa tradisi manjujai.

Manjujai merupakan salah satu bentuk permainan tradisional untuk anak berupa bermain ciluk-ba, tepuk ambai-ambai, mendendangkan, meninabobokkan anak dan lainnya di lingkungan keluarga untuk merangsang pertumbuhan fisik, motorik, kecerdasan, dan sosial anak.

Berdasarkan penelitiannya permainan manjujai terdiri dari 24 jenis permainan seperti bermain tepuk ambai-ambai, daag, mari merangkak, mencari mainan, tebak suara, nina bobok, ayo berdiri, makan sendiri, buku pertamaku, ciluk-ba, mendendangkan anak, tangkap bolanya dan beberapa jenis permainan lainnya.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

"Seperti pada permainan tepuk ambai-ambai, ibu dapat membuat anak berkomunikasi dan mengenalkan kata-kata baru pada si kecil karena semakin banyak kata-kata baru yang didengarkan maka akan semakin berkembang kemampuan bahasanya," ujar dia.

Selain itu, permainan mari merangkak dapat membantu si kecil untuk mengembangkan motorik kasarnya, dengan merangkak ke segala arah si kecil dapat mengembangkan otak kiri dan kanannya.

Manjujai dengan anak bisa dimulai sejak bayi lahir, namun cara manjujai harus disesuaikan dengan usia anak.

"Melalui kegiatan manjujai, ibu dapat membantu melatih otot tubuh anak, merangsang alat inderanya berupa penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan pengecapan dan membantu anak supaya bisa mengenal dirinya sendiri serta lingkungannya," sambung dia.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Selain itu, ia juga mengatakan menjujai dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang cara pengasuhan anak untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Setelah dilakukan penelitian pada masyarakat Minangkabau yang masih melestarikan budaya manjujai di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, ditemukan adanya pertambahan rata-rata berat badan dan panjang badan anak pada kelompok yang diberikan stimulasi psikososial manjujai dan suplementasi gizi makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI).

"Rata-rata penambahan berat badan anak sebesar 0,95 kilogram (lebih kurang 0,67 standar deviasi) setelah bulan ketiga dan 1,52 Kilogram (lebih kurang 0,69 standar deviasi) setelah bulan keenam intervensi," ujar dia.

Selain itu penambahan panjang badan sebesar 3,83 centimeter setelah bulan ketiga dan 6,27 centimeter setelah bulan keenam intervensi, terutama pada kelompok kombinasi MP-ASI dan manjujai dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Baca: Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre

Ia berharap manjujai kembali diterapkan oleh masyarakat, khususnya bagi masyarakat Minangkabau karena dapat memberikan manfaat bagi orang tua untuk perhatian yang lebih terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak.

"Karena dengan adanya manjujai orang tua menjadi lebih dekat dengan anak dan anak pun mendapat perhatian yang lebih," sambung dia. (*)



Lainnya
Merugikan Daerah, Pemuda Tapung Tolak Pertamina Beroperasi di Rokan Blok Wilayah Tapung
Merugikan Daerah, Pemuda Tapung Tolak Pertamina Beroperasi di Rokan Blok Wilayah Tapung
Modifikasi Cuaca, 800 kg Garam Disebar Satgas Karhutla
Pertamina Salurkan Biosolar di Pulau Bintan Lebihi Kuot
Menteri Yohana Resmikan Rumah Perlindungan Pekerja Pere
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T