DLHK Pekanbaru Kembangkan Sistem Sanitary Landfill Kelola TPA Muara Fajar
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus berbenah dan gencar dalam penanganan persoalan sampah di Kota Pekanbaru. Baik sampah di tepi jalan maupun di selokan. Baik di tepi jalan atau perumahan. Hal ini dilakukan agar Kota Pekanbaru makin bersih dan nyaman di pandang mata.
Bahkan, petugas DLHK Pekanbaru setiap hari mengangkut sampah yang ada di sudut Kota Pekanbaru, kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu juga dengan melakukan pembenahan secara terpadu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Muara Fajar.
"Fokus pembuangan sampah semestinya terkoneksi dengan baik dari hulu menuju hilir. Kita upayakan pembenahan secara terpadu agar pembuangan sampah di hilir tidak lagi terkendala seperti sebelumnya. Salah satunya fokus membenahi TPA di Muara Fajar," ujar Hendra Afriadi SH M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Ahad (31/10/2021) kepada awak media.

Baca: Bupati Kampar Buka Festival Kreatif Lipatkain Season III: Harus Tumbuh Tanpa Mencabut Nilai Luhur
Plt Kadis DLHK Pekanbaru saat mendampingi Wako Pekanbaru DR Firdaus mengunjungi TPA Muara Fajar beberapa waktu lalu
Dijelaskan Hendra Afriadi, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan sejumlah pembenahan dan perbaikan di TPA Muara Fajar.
"Ada sejumlah penanganan yang tengah kita lakukan. Insya Allah kalau semua berjalan dengan lancar. Hilir pembuangan sampah di Kota Pekanbaru bisa tertata dengan baik," tegasnya lagi.
Baca: 25 Tim Ikuti Lomba Pacu Sampan Dalam Rangka Memeriahkan Hari Jadi Kab. Kampar Ke-76 Tahun 2026
Fokus penanganan TPA Muara Fajar ada beberapa tahapan yang kita kerjakan, antara lain:
• Pembuatan Jalan Operasi di atas sel sampah
• Perbaikan saluran lindi yang tersumbat
• Pembentukan lereng sampah dekat bangunan penunjang
• Penutupan tanah di atas lereng sampah yang terbentuk
• Penanaman rumput di atas tanah penutup
• Pemasangan Pipa Gas
• Meratakan Timbunan sampah yang sudah menggunung
• Pengerukan lumpur di bak anaerobik di IPL
• Perbaikan jembatan Timbang
• Perbaikan pagar
Untuk Pembuatan Jalan Operasi di atas sel sampah, pihaknya tambah Hendra Afriadi membutuhkan dua jenis alat berat yakni Excavator dan Bulldozer.
"Excavator untuk memindahkan sampah dengan jarak paling pendek serta menggunakan lengannya untuk jarak yang panjang. Serta Buldozer untuk memindahkan dan meratakan sampah dengan jarak sekitar 20 meter," katanya menjelaskan.
Baca: Saat Halal Bihalal APRIL Group, Bupati Zukri Dorong Hilirisasi dan Penguatan Ekonomi Pelalawan
Selanjutnya pihaknya juga mulai mengatasi saluran lindi yang tersumbat agar alur distribusi sampah bisa berjalan dengan baik. Selain itu tambah Hendra juga melakukan pembentukan lereng sampah dekat bangunan penunjang serta penutupan tanah di atas lereng sampah yang terbentuk. Kemudian juga melakukan penanaman rumput di atas tanah penutup serta pemasangan pipa gas.
Selanjutnya pihaknya juga akan melakukan pemasangan pipa gas dan meratakan timbunan sampah yang menggunung. Setelah semua tertata dengan baik, DLHK Pekanbaru akan melakukan perbaikan jembatan timbang serta perbaikan pagar.
Hendra berharap mekanisme penanganan sampah di TPA Muara Fajar akan lebih tertata lebih baik kalau tahapan-tahapan perbaikan bisa kita maksimalkan.
"InsyaAllah akan tertata lebih baik dan TPA Muara Fajar nantinya akan terkelola dengan sempurna," tegasnya menambahkan.
Baca: Khutbah Idul Fitri di Pekanbaru, Hendry Munief Ajak Masyarakat Merajut Tenun Persaudaraan
Terakhir pihaknya mengharapkan dukungan masyarakat Kota Pekanbaru agar pola penanganan sampah di TPA bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus, ST, MT.
"Harapan kita seperti itu sehingga penanganan sampah di Hilir bisa tertata dengan baik dan bisa mengeliminir penumpukan seperti pola Sanitary Landfill," katanya lagi.
Ketika ditanyakan lagi konsep Sanitary Landfill di daerah mana di Indonesia yang saat ini terbaik penanganannya, Hendra secara tegas mengatakan di Balikpapan atau tepatnya di TPA Mandar. "Saat ini kita mengacu seperti halnya TPA Mandar," katanya menambahkan.
Terakhir Hendra berharap penanganan TPA Muara Fajar dengan pola Sanitary Landfill akan memperbesar peluang Kota Pekanbaru bakal mendapatkan Piala Adipura. "Harapan DLHK Kota Pekanbaru di masa akhir kepemimpinan Dr H Firdaus, ST,MT, Kota Pekanbaru mendapatkan adipura yang selama ini kita impikan," harapnya.
Baca: Optimalkan Pembangunan Daerah, Pj Sekda Kampar Tekankan Skala Prioritas
Sanitary landfill adalah sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dnegan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi yang cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang dioperasikan dengan sistem sanitary landfill akan meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara, sehingga lebih ramah lingkungan. Hal ini tentunya menjadi solusi yang baik dibandingkan dengan sistem penimbunan sampah terbuka (open dumping).

Sistem Sanitary Landfill
Baca: BPJS Kesehatan Koordinasi dengan Pemkab Kampar Terkait Jaminan Kesehatan Kades dan Perangkatnya
Sederhananya, sanitary landfill adalah tempat di mana sampah diisolasi dari lingkungan sampai aman. Aman maksudnya di sini adalah, sampai sampah tersebut sudah benar-benar terdegradasi secara bilogis, kimia, dan fisik.
Sanitary landfill adalah sistem pengelolaan sampah yang biasanya lokasi yang digunakan jauh dari pemukiman. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari berbagai masalah sosial karena bau menyengat yang dihasilkan dari pembusukan sampah. Sanitary landfill adalah sistem yang juga dilakukan agar bibit penyakit yang ada dalam sampah tidak sampai ke wilayah pemukiman.
Metode pengelolaan sampah dengan sanitary landfill adalah metode yang paling umum digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Banyak lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di negara ini yang menggunakan metode ini.
Sebuah wilayah yang menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) yang menggunakan sistem sanitary landfill, harus memiliki beberapa elemen, salah satunya yaitu Lining system, atau bagian terbawah yang bersentuhan dengan tanah. Bagian ini biasa terbuat dari campuran tanah dan bentonite agar cairan dari pembusukan sampah tidak akan merembes ke dalam tanah dan mencemari air tanah. Kemudian, ada pula leachate collection system atau lindi, yang merupakan cairan yang keluar dari pembusukan sampah dan terkontaminasi oleh berbagai bahan kimia atau bakteri. ***
