Berkendara Tanpa Tahu Aturan, Belasan Imigran di Bintan Kena Hukum Push-up

Mawardi Tombang
Jumat, 11 Oktober 2019 09:25:42
Para imigran dihukum push-up.

Bintan, KANALSUMATERA.com - Belasan pengungsi imigran di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri diberikan hukuman oleh Polantas setempat.

Selain mendapat laporan karena mereka sering berkendara dengan kencang, ternyata mereka juga mengemudi tanpa helm dan kelengkapan surat. Selain itu para imigran ini tak tahu aturan berkendara di Indonesia. Mereka malah melaju di jalur kanan.

Polisi menindaklanjuti laporan warga, Kamis (10/10/2019). Para imigran seperti dari Afghanistan ini akhirnya dikenai hukuman push-up dan squat jump oleh polisi lalu-lintas.

Anggota Satlantas Polres Bintan, Bridgadir Andi Darmawan mengaku menerima laporan soal para imigran yang ngebut-ngebut mengendarai motor di wilayah Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan.

Baca: BNN Dorong Larangan Total Vape, Modus Narkotika Cair Kian Mengkhawatirkan

Polisi menasehati para imigran.

“Tadi saya dapat laporan ada imigran bawa motor laju (kencang) dan hampir nabrak warga,” katanya.

Menindaklanjuti laporan itu, dia bersama rekannya melakukan patroli untuk mencari tahu keberadaan para imigran yang ngebut-ngebut tersebut.

Baca: Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir di RUU Daerah Kepulauan

Berselang beberapa menit kemudian, didapati belasan imigran sedang berada di area lapangan bola kaki Kecamatan Gunung Kijang.

Lantas, kata Andi, pihaknya langsung menghampiri dan memberikan penjelasan. Ketika itu juga mereka mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengendarai sepeda motor maupun mobil lagi.

“Mereka memang tidak memiliki SIM. Namun mereka sudah mengakui kesalahan dan tidak akan berkendara lagi. Saat ini kami berikan mereka sanksi dengan push-up dan squat-jump saja. Tapi kalau masih terjadi, akan kami hukum sesuai aturan yang berlaku,” sebutnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Kawal meresahkan prilaku pencari suaka ini. Mereka adalah warga pengungsi imigran yang ditampung di Badhra Resort, Batu 25, Kecamatan Toapaya. Belum diketahui kapan mereka akan dideportasi atau dikirim ke negara ketiga tujuannya.

“Mereka (imigran) naik motor ngebut-ngebut dan hampir nabrak saya,” ujar warga Kawal, Zai, Kamis (10/10/2019).

Baca: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang

Ayah 3 anak ini menjelaskan bahwa selain dia, warga lainnya juga banyak mengeluh. Mereka kadang melewati jalur kanan, seperti halnya di luar negeri.

"Diharapkan pihak kepolisian bisa segera menindaknya sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Saya yakin mereka juga tidak ada SIM. Tapi anehnya mereka kok bisa bebas berkendara,” heran Zai.



Terkait
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
Nelayan Asal Nongsa Batam Hilang di Perairan Bengkalis,
Kembangkan Nagoya Walkable City, Berikut Tahapan yang D
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilaya
Lainnya
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Dorong Sertifikasi Halal Pelaku Usaha
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Dorong Sertifikasi Halal Pelaku Usaha
Bupati Bengkalis Kasmarni Tepati Janji, Umumkan Penerim
Unila Teken MoU dengan Dua Universitas dari Krosia
Firdaus Ajak Jamaah Selalu Bersyukur saat Muhasabah Per
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Nasional
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai