APBD Sumbar 2020 yang belum ketok palu, nasib dana Pilkada terkatung-katung

Mawardi Tombang
Senin, 14 Oktober 2019 10:17:31
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Sekda Alwis

Padang,KANALSUMATERA.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) pemilihan kepala daerah karena pihaknya belum membahas Ranperda APBD 2020 bersama DPRD setempat, atau bukan karena pemprov tidak menyetujui besar anggaran usulan penyelenggara pilkada.

"Anggaran Pilkada 2020 itu menggunakan APBD 2020. Itu 'kan belum dibahas. Bagaimana cara kami membuat MoU, sementara sumber dananya belum jelas?" kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Minggu.

KUA PPAS APBD 2020, lanjut dia, memang telah dibahas bersama anggota DPRD Provinsi Sumbar periode 2014—2019. Namun, dalam prosesnya, pascapemilu, terjadi perubahan susunan anggota DPRD Provinsi Sumbar sehingga pembahasan belum bisa dilanjutkan.

Irwan mengakui memang ada izin lisan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan menandatangani MoU NPHD itu meski APBD 2020 belum disahkan. Namun, karena sifatnya lisan, pejabat di daerah masih ragu.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

"Beda kalau izinnya tertulis, kami laksanakan," kata Irwan.

Ia pun membantah pemerintah daerah tidak menyetujui besaran anggaran yang diusulkan oleh penyelenggara pilkada di Sumbar sebesar Rp123 miliar.

Menurut dia, besar anggaran itu masih fleksibel. Pemprov Sumbar percaya pada integritas penyelenggara di Sumbar karena pengalaman sebelumnya dari anggaran yang diminta cukup banyak silpa, kemudian dikembalikan ke kas daerah.

Sekretaris Daerah Sumbar Alwis mengatakan bahwa pihaknya segera membahas APBD 2020 dengan anggota DPRD periode 2019—2024 pada minggu ini.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Pembahasan termasuk untuk NPHD karena APBD 2020 sehingga bisa segera ditandatangani.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyebutkan hingga 7 Oktober 2019 masih ada 61 daerah lagi yang belum melakukan penandatanganan masing-masing 58 kabupaten kota dan tiga provinsi.

Tiga provinsi yang belum melakukan penandatanganan NPHD tersebut, yakni Provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sulawesi Utara.

Terkait
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre
Lainnya
Disbudpar Ingin Wujudkan Petang Belimau Jadi Event Pariwisata Internasional
Disbudpar Ingin Wujudkan Petang Belimau Jadi Event Pariwisata Internasional
Kadis Amin : Kampung KB Tunas Harapan Harus Jadi Percon
Modifikasi Cuaca, 800 kg Garam Disebar Satgas Karhutla
Riau Belajar Pengembangan Pariwisata di Kepri
Aceh
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
Presiden Prabowo Tinjau Pengerjaan Jembatan Bailey Teup
Pemko Banda Aceh Gratiskan Air untuk Rumah Ibadah selam
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar