Manajemen RSUD M Yunus Bantah Kematian Bayi Kembar Karena Matinya Lampu Inkubator

Alwira Fanzary
Kamis, 21 Februari 2019 16:49:12
RSUD M Yunus

KANALSUMATERA.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu menjelaskan kronologi penyebab kematian bayi kembar yang dirawat di rumah sakit itu bukan disebabkan matinya lampu inkubator tapi kondisi bayi pada saat itu tengah kritis.

“Meninggalnya bayi kembar tersebut bukan disebabkan oleh mati lampu melainkan karena kondisi pasien yang memang lahir dalam kondisi prematur dan kritis," kata Ketua Komite Keperawatan Rumah Sakit M Yunus, Desy Susanti di Bengkulu, Kamis (21/2) seperti yang dilansir dari Antara.

Sebelum datang ke Rumah sakit M. Yunus kata dia, pasien sempat dirawat di dua rumah sakit lain di Kota Bengkulu dalam posisi belum melahirkan.

Kondisi bayi kembar saat lahir memang cukup lemah dengan berat badan rendah hanya 800 gram dan kedua bayi tersebut lahir prematur (belum cukup bulan) hanya berusia 26 minggu.

Selain itu dirinya menyebutkan bahwa lamanya mati lampu tersebut hanya berkisar antara 5 hingga 10 menit saja.

Untuk diketahui, pasangan suami istri Sudarmono (37) dan Sunarsih (38) warga Jalan Depati Payung 8, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu harus kehilangan anak kembarnya yang meninggal di rumah sakit M. Yunus beberapa waktu lalu.

Meninggalnya bayi kembar mereka diduga disebabkan akibat listrik di ruang inkubator rumah sakit padam.

Diceritakan sang ayah, Sudarmono, saat melahirkan, kandungan istrinya berusia 6 bulan 3 minggu, sehingga harus melahirkan secara prematur.

Menurut sang ayah kejadian mati listrik di ruangan inkubator selama 30 menit dan hanya ruangan tersebutlah yang mengalami mati lampu.

“Saya sangat menyesali listrik di ruangan inkubator mati selama kurang lebih 30 menit. Listrik yang mati pun hanya di ruangan inkubator aja saat itu, sedangkan anak saya butuh perawatan dari ruangan inkubator," katanya. Kso



Lainnya
Bupati Kasmarni Rotasi Para Pejabat di Lingkungan Pemkab Bengkalis, Berikut Nama-Namanya
Bupati Kasmarni Rotasi Para Pejabat di Lingkungan Pemkab Bengkalis, Berikut Nama-Namanya
Tenayan Raya Raih Penghargaan Indeks Kepuasan Masyaraka
Puskesmas Tutup, Tokoh Muda Kampar Kiri Hulu Harap Peme
Mahasiswi Unand Ditemukan Tewas Tergantung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Peringatan Keamanan Arab Saudi Meningkat, Begini Kondis
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik