Aksi Demo Anarkis GMKI soal Danau Toba Ditegur Gubernur Edy Rahmayadi

Amar
Jumat, 2 Agustus 2019 11:10:23
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menerima mahasiswa GMKI di press room kantor Gubernur Sumatera Utara

KANALSUMATERA.com, Medan – Gubenur Sumatera Utra, Edy Rahmayadi menyayngkan aksi demonstrasi mahasiswa GMKI yang berujung perusakan pagar kantor Gubernur. Unjuk rasa yang dilakukan massa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tersebut berlangsung pada Jumat (26/7/2019) lalu.

Akibat aksi anarkis mahasiswa, terjangan dan goyangan pada gerbang kantor Pemprov Sumut yang dilakukan massa yang berulang-ulang kali saat berorasi membuat gerbang besi dengan logo Pemerintah Provinsi Sumut itu jatuh. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang saat aksi berlangsung tidak berada di lokasi kemudian meminta para demonstran untuk datang menemuinya pada Kamis (1/8/2019).

Demonstrasi itu sendiri menuntut Pemerintah Propvinsi Sumut menindak dan mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi di kawasan Danau Toba.

Minta mahasiswa santun

Kepada massa yang datang Edy yang didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sumut Suriadi Bahar mengatakan, apa yang menjadi tuntutan sudah dilakukan pihaknya. Dia juga menyebutkan apa yang disampaikannya langsung Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja tiga harinya di Danau Toba.

“Sebelum kalian datang, saya sudah menyampaikan agar pemerintah pusat mengambil tindakan terhadap pencemaran Danau Toba. Presiden juga akan mengucurkan dana sebesar Rp 2,4 triliun untuk memperbaiki Danau Toba mulai infrastruktur sampai ekonomi masyarakat sekitar danau,” kata Edy.

Untuk itu, dirinya sangat menyayangkan aksi anarkis yang terjadi. Dia bilang, harusnya mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi secara santun tanpa merusak apapun.

“Pintu gerbang itu marwah masyarakat Sumut yang berasal dari berbagai agama dan suku. Mengapa kalian merusak? Kalian mahasiswa harusnya lebih tertib dan santun,” ucapnya.

Apalagi, dirinya mengaku selalu melayani dan menanggapi setiap aksi dan unjuk rasa yang datang asalkan sedang berada di kantornya.

"Kalian datang saat itu, saya sedang di luar kota dan ada acara. Saya memang tidak tau kalian akan datang. Apa ada surat aksi kalian kepada pihak terkait,” tanya Edy.

Ketua aksi menolak minta maaf

Ketua GMKI Cabang Medan Hendra Manurung menjawab, seperti dilansir kompas.com berkilah kerusakan yang terjadi di luar kendali mereka.

“Kami sudah lama menunggu, tak ada rencana merusak pintu gerbang. Kami rasa pintu gerbang tidak kokoh, lebih kuat pagar rumah kami makanya cuma dua orang yang mengoyangkan bisa rusak,” katanya sambil menolak mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Usai pertemuan, Kasatpol PP Sumut Suriadi Bahar melaporkan GMKI Cabang Medan ke Polrestabes Medan atas tuduhan perusakan. Patahan besi pagar pun dibawa sebagai barang bukti.

Seperti pemberitaan sebelumnya, massa GMKI mendatangi kantor gubernur Jumat (26/7/2019) siang. Massa menuntut pemerintah mencabut izin perusahaan yang telah melakukan pencemaran di Danau Toba. Unjukrasa dikawal ketat aparat keamanan. Tak lama, pintu gerbang hancur diterjang massa. Kericuhan yang nyaris terjadi dapat diredam, massa melanjutkan orasinya.

Pencemaran di Danau Toba

Kepala Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Cabang Medan Piki Pardede berucap, pihaknya memberikan tenggat waktu kepada pemerintah supaya mencabut izin yang sudah ada dan tidak mengeluarkan izin.

Mereka meminta bertemu Edy Rahmayadi selaku gubernur untuk membicarakan hal ini. Karena sedang tak berada di tempat, Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Pemprov Sumut Salman yang menemui pendemo.

Salman mengatakan, pemerintah punya niat yang sama membangun Danau Toba sebagai destinasi superprioritas yang dicanangkan.

“Diminta atau tidak diminta kami selaku pemerintah daerah akan melakukan pembenahan. Tapi saya ingatkan, dalam menyampaikan aspirasi harus dengan cara yang santun,” ucap Salman.kpc/ks



Lainnya
Berikut Dua Desa Penerima Anugerah Desa Pendidikan dari Pemkab Kampar
Berikut Dua Desa Penerima Anugerah Desa Pendidikan dari Pemkab Kampar
Jelang Pelantikan HIPMI Riau pada Februari, Rahmad Ilah
Syahrul Aidi Kunker ke Kawasan Tanjung Buton, Terima As
Lagi, Ditemukan Lebih dari 1.000 Ton Beras Membusuk
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Nasional
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind