Wawako Pekanbaru Temui Hendry Munief di DPR RI, Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat

Mawardi Tombang Amar
Jumat, 21 Agustus 2026 14:03:33

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar bertemu dengan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA di Gedung DPR RI, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas permohonan hibah sejumlah aset milik pemerintah pusat yang berada di Kota Pekanbaru agar dapat menjadi barang milik daerah dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Dalam pertemuan pada Kamis (20/8/2026) itu, Markarius menyampaikan aspirasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terkait proses hibah aset yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat. Hadir saat itu Ketua DPRD Pekanbaru Isa Lahamid, Anggota DPRD Riau dapil Pelalawan-Siak Abdullah.


Menurut Markarius, meski pemanfaatan aset tersebut sudah berjalan, proses administrasi untuk mengalihkan status aset menjadi milik daerah hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

Markarius berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian proses tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Fraksi PKS serta Ketua DPRD dalam memperjuangkan kepentingan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Baca: Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor

“Alhamdulillah, hari ini aspirasi sudah kita perjuangkan, di mana kondisinya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, namun proses hibahnya belum selesai. Kita berharap bapak Hendry Munief dapat memfasilitasi permohonan dari Pemerintah Kota melalui perjuangan dari Fraksi PKS dan Ketua DPRD ke pemerintah pusat.” ujar Markarius.

Menurut Markarius, kepastian status aset menjadi penting agar pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan pengelolaan, pemeliharaan, serta pengembangan aset tersebut. Dengan demikian, aset yang berada di wilayah Pekanbaru dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Hendry Munief menyatakan siap mendorong penyelesaian permohonan hibah tersebut melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di tingkat pemerintah pusat. Ia menyebut komunikasi dengan Komisi dan pihak terkait telah dilakukan untuk mencari jalan keluar atas proses hibah aset tersebut.

“Alhamdulillah, tadi saya sudah menghubungi dari Komisi dan juga kawan-kawan terkait, mudah-mudahan nanti kita bisa bersama-sama mendorong agar barang tersebut dapat dihibahkan menjadi barang milik daerah, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat.” kata Hendry Munief.

Baca: KUA-PPAS Kampar 2027 Jadi Penentu Realisasi Janji Beasiswa Mahasiswa

Hendry Munief menegaskan, dia akan berupaya membantu memfasilitasi aspirasi pemerintah daerah sepanjang prosesnya sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Menurutnya, pengalihan aset pemerintah pusat menjadi barang milik daerah diharapkan dapat memperjelas kewenangan pengelolaan sekaligus meningkatkan manfaat aset bagi masyarakat.

Pertemuan Markarius Anwar bersama rombongan dengan Hendry Munief tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan DPR RI. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan aset pemerintah pusat yang berada di daerah.

Dengan adanya dukungan dari legislatif dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemko Pekanbaru berharap proses hibah dapat segera memperoleh kepastian. Jika terealisasi, aset tersebut nantinya dapat dikelola secara lebih terarah sebagai bagian dari aset daerah dan dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan serta pelayanan kepada masyarakat Kota Pekanbaru.



Terkait
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, Ini Alasannya
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, Ini Alasannya
BAZNAS dan Kemenag Kampar Sukses Gelar Lebaran Yatim da
Syahrul Aidi Kunker  ke Yonif  132/Bima Sakti,  Doro
Bupati Kampar Melayat ke Rumah Duka Tokoh Masyarakat De
Lainnya
Dumai Maju dan Bersatu, Bupati Bengkalis Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi 24 Tahun
Dumai Maju dan Bersatu, Bupati Bengkalis Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi 24 Tahun
Mahasiswi Unand Ditemukan Tewas Tergantung
"Menebas" kungkungan Mitos Silek Minangkabau
Tersangka Penipuan Jamaah Umrah Di Pariaman Buka Usaha
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan
Presiden Mesir Dikawal Pasukan Berkuda ke Istana, Prabo
BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Ria
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Ora
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp2
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Ahmad Yuzar Hadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik