Tungku Pembakar Tak ada, 250 Ton Limbah Medis Padang Diangkut Ke Jakarta Untuk Dimusnahkan

Mawardi Tombang
Selasa, 27 Agustus 2019 09:43:48
Ilustrasi

Padang,KANALSUMATERA.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Sumatera Barat mencatat produksi limbah medis di daerah itu mencapai 250 ton per tahun.
"Akan tetapi karena belum ada incinerator (tungku pembakar sempurna), maka banyak yang diangkut ke Jakarta untuk dimusnahkan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Mairizon di Padang, Senin.

Menurut dia upah angkut limbah medis tersebut mencapai Rp21 ribu per kilogram. Kalau Padang membuat incinerator maka biaya yang dikeluarkan cukup Rp10 ribu per kilogram sehingga ada potensi pendapatan daerah Rp2,5 miliar per tahun.

Setelah dihitung biaya pembangunannya sekitar Rp8 miliar dan dalam tiga tahun dari pendapatan yang diterima sudah tertutupi, katanya.
Selain itu dengan adanya incinerator maka risiko limbah medis bisa ditekan.

Pada 2017 ditemukan limbah medis Rumah Sakit Umum Daerah Dr Rasyidin Padang dibuang ke laut dan ditemukan di Pantai Tan Sridano di Pesisir Selatan.
Ketika itu ditemukan ratusan jarum suntik, tabung cairan infus beserta slang infus bekas mengotori objek wisata Pantai Tan Sridano,

Limbah medis tersebut berserakan lebih kurang seratus meter di sepanjang bibir pantai.
Setelah diselidiki ternyata hal itu akibat kelalaian vendor yang nyaris mengakibatkan pihak RSUD menjadi tersangka, kata dia.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian pengolahan limbah medis RSUD Dr Rasyidin Padang dipercayakan ke pihak ketiga.
Karena kontrak kerja samanya habis vendor memalsukan dokumen kerja sama selanjutnya, agar pihak rumah sakit yakin limbah medis tetap dimusnahkan maka dan dibuang ke Pantai Tan Sridano di Pesisir Selatan. (*)

Lainnya
Gelar Safari Ramadhan di Desa Tanjung Belit , PPP Kampar Terima Aspirasi Warga
Gelar Safari Ramadhan di Desa Tanjung Belit , PPP Kampar Terima Aspirasi Warga
Juara Padang Open Turut Ramaikan Turnamen Archery Camp
Pemkab Lingga Sambangi Tanjung Jabung Timur, Bahas Kerj
1.110 Warga Batam Terserang ISPA akibat Kabut Asap
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind