Tingginya Curah Hujan, Banjir dan Longsor Terjang Tasikmalaya
KANALSUMATERA.com - Banjir dan longsor melanda Kabupaten Tasikmalaya disebabkan oleh tingginya curah hujan. Pantauan di POS Hujan Sodonghilir Tasikmalaya, curah hujan mencapai 107 milimeter (mm), POS Hujan Cipatujah Tasikmalaya 48 mm, dan POS Hujan Karangnunggal Tasikmalaya 400 mm, Selasa (6/11/18).
Kawasan terdampak banjir dan longsor, di Kecamatan Cipatujah, beberapa desa digenangi air bercampur lumpur. Air menggenangi pesawahan, perkebunan dan pemukiman warga, dan menyebabkan sejumlah rumah warga rusak berat. Di Kampung Kaum, Desa Bantarkalong tiga unit rumah rusak berat dan 27 unit rumah terendam air. Di Kampung Jajaway, 50 unit rumah terendam. Jembatan Cipatujah, penghubung Tasikmalaya dengan Garut putus total.
Akibat terseret banjir dan tertimbun longsor ada enam warga meninggal dunia. Keenam korban Elas (8) warga Desa Cikuya Kecamatan Culamega; Mardin (52) warga Desa Cikuya, Culamega; Sapiin (40), warga Desa Cikuya; Aning (52) warga Desa Cikuya, Kecamatna Culamega, Odin (43), warga Desa Kujang, Kecamatna Karangnunggal. Korban terakhir, Fazar Fain (10), warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong.
Wakil Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto telah mendatangani surat keputusan penetapan masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. Penetapan dilakukan selama 14 hari, dari 6 hingga 20 November 2018.
Baca: Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Hari Keempat, 500 Personel Dikerahkan
"Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi itu menyebabkan Sungai Cipatujah yang melintasi tiga kecamatan yakni, Karangnunggal, Culamega, dan
Cipatujah meluap. Air Cipatujah melimpas dan menerjang beberapa kawasan, material longsoran menutup jalan Desa Cikapinis, Cidadap, Desa Sarimukti. Kemudian, jalan kampung Datarpeer, Desa Cikupa nyaris putus," Kepala Pelaksana BPBD Kabupatan Tasikmalaya Wawan Ridwan Efendi.
"Kondisi terkini, dalam proses pembukaan beberapa akses jalan yang masih tertutup matrial longsor. Bantuan logistik masih dalam pengupayaan untuk sampai ke lokasi
terdampak, karena akses jalan masih terputus. Beberapa warga masih di pengungsian," ungkap Wawan.
Pendataan BPBD mencatat, total rumah warga yang terendam 173 unit dan tujuh rusak berat. Sebanyak 213 kepala keluarga (KK) atau 656 jiwa warga Kampung Cikondang dan Babakan Situ, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega mengungsi ke Bumi Perkemahan Cibinong. Dan di Kecamatan Karangnunggal, beberapa desa di Kecamatan Karangnunggal digenangi air bercampur lumpur.
"Kondisi terkini air sudah surut, keadaan kondusif masing-masing warga berangsur-angsur melakukan pembersihan sisa-sisa material lumpur yang terbawa banjir. Jembatan bailey dalam proses pengerjaan. Bantuan kebutuhan dasar telah didistribusi,"ujarnya. sn/ks
