Tim Bantuan Santunan Kematian di Pekanbaru Sudah Terbentuk

Mawardi Tombang
Selasa, 3 Januari 2023 04:59:57
Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Dr. H. Idrus, S.Ag M.Ag

KANALSUMATERA.com - Tim verifikasi persyaratan penerima santunan kematian Dinas Sosial sudah terbentuk. Tim ini nantinya akan bekerjasama dengan RT, RW, Lurah maupun Camat untuk melakukan verifikasi.

"Untuk santunan kematian ini tentu kita perlu bekerjasama dengan RT RW, Lurah dan juga Camat. Nanti dari pihak RT, RW, Lurah dan Camat akan melaporkan ke kita Dinas Sosial bahwa di daerahnya itu ada yang meninggal," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Dr. H. Idrus, S.Ag M.Ag, Senin (2/1).

Setelah mendapatkan laporan, tim verifikasi akan turun kelapangan untuk melakukan verifikasi, layak atau tidaknya menerima santunan kematian.

"Ini untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan itu fakir miskin dan layak untuk mendapatkan bantuan santunan kematian. Tim inilah nanti yang akan bekerja di lapangan. Dan setelah mendapat hasil dan hasil verifikasinya dianggap sah, maka barulah kita berikan santunan kematian sebesar Rp 1 juta kepada keluarga almarhum atau almarhumah," jelas Idrus.

Baca: BKPRMI Riau Jajaki Kerjasama Strategis dengan BAZNAS dalam Penguatan Peran Pejuang Dakwah

Tujuan disalurkannya santunan kematian dikatakan Idrus, untuk membantu masyarakat tidak mampu untuk merawat jenazah.

"Santunan kematian ini bertujuan untuk membantu orang miskin dalam melaksanakan fardhu kifayahnya. Dan juga dalam rangka memfokuskan APBD 2023 ini pro rakyat. Itu tujuannya," kata Idrus.

Santunan kematian ini disampaikan Idrus, sudah ada dasar hukumnya dalam bentuk peraturan walikota (Perwako).

"Sebagai dasar ataupun payung hukumnya, sudah ada Perwako. Yang mana Perwako ini sudah mendapatkan rekomendasi atau persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri," terangnya.**



Terkait
KUA-PPAS Kampar 2027 Jadi Penentu Realisasi Janji Beasiswa Mahasiswa
KUA-PPAS Kampar 2027 Jadi Penentu Realisasi Janji Beasiswa Mahasiswa
Touring Bersama UAS dan Kapolda, Bupati Siak Ungkap Str
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Lan
Terbaru dari Manokwari: Honorer Muda jadi CPNS, Usia di
Lainnya
Syahrul Aidi Beri Motivasi Warga Kampar yang Merantau di Kepri
Syahrul Aidi Beri Motivasi Warga Kampar yang Merantau di Kepri
Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ginda Serah
KPID Sumbar Wacanakan Pengawasan Penyiaran Media Sosial
Perkantoran Walikota Pekanbaru di Tenayan Raya Sudah Se
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket