Sumsel Targetkan Angka Kemiskinan Turun Dalam Lima Tahun, Ini Datanya

Amar
Rabu, 16 Januari 2019 22:00:04
Gubernur Sumatera Selatan, Herman-Deru

PALEMBANG, KANALSUMATERA.com -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mencanangkan penurunan angka kemiskinan dalam lima tahun ke depan menjadi satu digit. Saat ini angka kemiskinan atau jumlah penduduk miskin di daerah ini 12,80 persen atau lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional 9,82 persen.

Target tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumsel 2018-2023, Rabu (16/1). “Tingginya angka kemiskinan di Sumatera Selatan sampai akhir 2018 sebesar 12,80 masih menjadi pekerjaan rumah,” katanya.

Menurut Herman Deru, untuk mengurangi angka kemiskinan akan segera membentuk satuan tugas (satgas) atau tim percepatan penurunan angka kemiskinan. “Dengan tim percepatanpenurunan atau satgas, angka kemiskinan Sumsel ditargetkan minimal turun 1 persen pertahun. Jika kita konsisten melaksanakannya, paling lama lima tahun angka kemiskinan Sumatera Selatan turun menjadi satu digit atau sekitar delapan persen,” ujarnya.

Gubernur Herman Deru satgas atau tim percepatan penurunan kemiskinan penting bagi Sumsel karena daerah ini memiliki sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang lengkap. “Kita ckan cari tahu apa kesalahan sebenarnya sehingga angka kemiskinan ini tinggi. Apakah ada penganggaran yang tidak tepat sasaran atau apa?” kata mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Sebelumnya pada “Kilas Balik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018” Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Ekowati Retnaningsih menjelaskan, kemiskinan Sumsel tahun 2018 sebesar 12,80 persen. Ada empat daerah kabupaten yang jumlah angka persentase kemiskinannya masih tinggi.

Baca: Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Hari Keempat, 500 Personel Dikerahkan

Empat daerah di Sumsel yang angka kemiskinannya tinggi adalah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sebesar 19,49 persen, Kabupaten Lahat 16,81 persen, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 16,75 persen dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebesar 15,75 persen.

“Dari empat daerah angka kemiskinannya yang tinggi tersebut, Kabupaten OKI, Kabupaten Muba dan Kabupaten Lahat akan menjadi penanggulangan kemiskinan. Tiga daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya,” kata Ekowati.

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan dalam data statistik 2018, sekitar 14 dari 100 jiwa di Sumatera Selatan tahun 2017 tergolong miskin. Jumlah penduduk Sumsel pada 2018 sebnayak 8.160.901 jiwa. Menurut data BPS, jumlah angka jumlah penduduk miskin di Sumsel sejak 2013 terus bergerak turun. Tahun 2013 sebanyak 14,06 persen, tahun 2014 menjadi 13,62 persen, tahun 2015 naik menjadi 13,77 persen, tahun 2016 turun menjadi 13,39 persen dan tahun 2017 sebesar 13,10 persen.

BPS juga mendata angka jumlah penduduk miskin 13,10 persen di Sumsel tersebut atau sama dengan 1.086,76 ribu jiwa penduduk miskin dengan garis 378.284 dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 68,86.rep/ks

Lainnya
Safari Ramadhan di Siak Kecil, Bupati Kasmarni Sampaikan Sejumlah Program Strategis
Safari Ramadhan di Siak Kecil, Bupati Kasmarni Sampaikan Sejumlah Program Strategis
Peresmian Uji coba operasional tol Pekanbaru-Bangkinang
Pasien Covid-19 Membludak di Kampar Karena Banyak Yang
Minus Surat Suara Pilpres, 977 Boks Surat Suara Tiba di
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Daerah
Wabup Misharti Lantik 76 Pengurus PGRI Empat Kecamatan, Perkuat Sinergi dan Mutu Pendidikan Kampar
Wabup Misharti Lantik 76 Pengurus PGRI Empat Kecamatan, Perkuat Sinergi dan Mutu Pendidikan Kampar
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan
SF Hariyanto Lantik Pengurus HIMPERRA Riau, Targetkan A
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham