PLTU Mangkrak di Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Hibrida, Listrik Lebih Murah dan Ramah Lingkungan

Kanama Amar
Sabtu, 25 Juli 2026 19:18:21

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin di Kabupaten Siak, Riau, yang terbengkalai selama hampir dua dekade diusulkan untuk dialihfungsikan menjadi pembangkit listrik hibrida berbasis energi terbarukan. Langkah tersebut dinilai mampu menghasilkan listrik dengan biaya lebih murah sekaligus mengoptimalkan aset yang selama ini mangkrak. Jumat (24/07/2026).

Usulan tersebut disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau bersama Yayasan CERAH berdasarkan hasil kajian yang menyebutkan bahwa transformasi PLTU menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipadukan dengan battery energy storage system (BESS) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) lebih ekonomis dibandingkan melanjutkan pembangunan PLTU maupun membiarkannya terbengkalai.

PLTU Koto Ringin mulai dibangun pada 2007 dengan kapasitas 3×2 megawatt (MW). Namun proyek tersebut berhenti pada 2009 ketika progres fisiknya baru mencapai 72,68 persen sehingga hingga kini tidak pernah beroperasi.

Baca: Pemkab Kampar Sambangi 28 Panti Asuhan Semarakkan HUT RI ke-81

Policy Strategist CERAH, Dwiki Mahendra, mengatakan usulan tersebut juga sejalan dengan target pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, termasuk program pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW).

> “Indonesia membutuhkan berbagai strategi yang mampu menekan biaya investasi sekaligus meningkatkan daya tarik proyek bagi investor. Alih fungsi PLTU non-produktif jadi opsinya.”

Baca: DPRD Riau Dorong Bapenda Masifkan Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan

Berdasarkan data Global Horizontal Irradiation (GHI), Kabupaten Siak memiliki potensi energi surya sebesar 1.580–1.657 kWh per meter persegi per tahun. Potensi tersebut diperkirakan mampu mendukung pembangunan PLTS berkapasitas sekitar 19,5 MW dengan capacity factor 18–18,9 persen.

Dalam skema yang diusulkan, PLTS akan dipadukan dengan BESS berkapasitas 45 MW dan PLTM 2 MW. Kombinasi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan listrik dengan biaya sekitar Rp1.135–Rp1.326 per kWh, lebih rendah dibandingkan mempertahankan PLTU yang diperkirakan mencapai Rp1.529–Rp1.628 per kWh maupun menggunakan skema co-firing yang berkisar Rp1.704–Rp1.902 per kWh.

Dwiki menambahkan, proyek tersebut juga menawarkan tingkat pengembalian investasi yang lebih menarik.

Baca: Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Jangkau Pedalaman Inhu, 180 Bendera Dibagikan ke Suku Talang Mamak

> “Tingkat pengembalian investasi lebih kompetitif sebesar 10,2%, serta periode pengembangan modal lebih cepat dibandingkan mempertahankan PLTU, yakni 9,3 tahun.”

Selain meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, pembangkit hibrida tersebut juga dinilai mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan membuka peluang pendapatan tambahan melalui perdagangan karbon.

Baca: Wabup Kampar Tutup Pespul Cup VII 2026, GPC Gobah Raih Gelar Juara

Sementara itu, Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Riau, Ahlul Fadli, menilai proyek PLTU yang telah menyerap investasi sekitar Rp143,67 miliar itu sudah tidak lagi layak dikategorikan sebagai aset tetap karena tidak memberikan manfaat ekonomi.

> “Jika terus dibiarkan, proyek tersebut semakin memperlebar kerugian dari selisih investasi awal dan nilai aset yang tersisa.” (SM)



Terkait
Wabup Kampar Hadiri Khitan Massal dan Donor Darah Milad Bank Syariah
Wabup Kampar Hadiri Khitan Massal dan Donor Darah Milad Bank Syariah
Wabup Jhony Charles Tinjau Korban Kebakaran di Bagan Hu
Bupati Kampar Sambut Peserta KKP Sespimmen Polri, Bahas
Kapal Roro Bengkalis Segera Menggunakan e-Tiketing, Bak
Lainnya
Lurah Bencah Lesung Imbau Warganya Untuk Lakukan Vaksinasi Covid-19
Lurah Bencah Lesung Imbau Warganya Untuk Lakukan Vaksinasi Covid-19
Ada Layanan Paspor Simpatik, Imigrasi Tanjunguban Buka
Usia Kebupaten Mentawai Genap 20 Tahun, Bupati: Mentawa
Ini Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-17 Provi
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Kapolri Larang Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam
Kasus Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Berujung Pen
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pendidikan
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatka
Kwarda Riau Buka Kursus Pelatih Pramuka Mahir Dasar, Di