Permintaan Elpiji Meningkat Pasca Idul Adha
Kanalsumatra.com - BANDA ACEH - Pasca-Hari Raya Idul Adha 1440 H permintaan elpiji tabung 3 kg dan 12 kg di Banda Aceh dan Aceh Besar mengalami peningkatan 10-15 persen. Meski begitu, stok elpiji di tempat penjualan eceran, seperti di SPBU maupun pangkalan banyak yang kosong.
Pantuan Serambi di SPBU Batoh dan Luengbata, Selasa (13/8), stok elpiji 3 kg dan 12 kg sudah kosong. Di SPBU Batoh, terlihat puluhan ibu-ibu pemegang kartu miskin sedang mengantre menunggu suplai gas 3 kg dari agen penyalur.
Hindun, seorang pemegang kartu miskin yang ditemui Serambi mengatakan, sejak pukul 12.00 WIB mereka sudah datang ke SPBU Batoh untuk menunggu kiriman elpiji subsidi tabung 3 kg. Ia datang ke SPBU Batoh untuk membeli elpiji 3 kg dengan harga Rp 18.000/tabung. Sementara jika dibeli di pedagang umum harganya berkisar Rp 25.000-Rp 30.000. Menurutnya, puluhan warga antre karena ada informasi hari ini, (Selasa kemarin-red) eliji subsidi 3 kg masuk ke SPBU. Namun sampai pukul 14.00 WIB pasokan gas subsidi itu belum juga tiba.
Ketua Hiswanamigas Aceh yang juga pemilik SPBU Leungbata, Faisal Budiman yang dikonfirmasi terkait habisnya stok elpiji 3 kg dan 12 kg mengatakan, pasca-lebaran Idul Adha 1440 H permintaan gas mengalami peningkatan signifikan, 10 hingga 15 persen.
Peningkatan permintaan itu, katanya, karena di sejumlah gampong usai shalat Id langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Masyarakat penerima daging kurban langsung memasaknya. Kondisi ini otomatis membutuhkan tambahan elpiji. Karenanya permintaan elpiji jadi meningkat.
Minimnya stok elpiji di SPBU dan pangkalan, menurut Faisal Budiman, sifatnya hanya sesaat. karena setelah distribusi dari agen penyalur berjalan, pada Selasa sore kemarin sampai hari Rabu ini, stoknya di SPBU dan pangkalan akan kembali normal.
"Kekosongan stok elpiji di SPBU dan di pangkalan bukan karena stoknya habis di SPBE Indrapuri dan Lhoknga, tapi karena permintaannya naik, sementara suplainya dari SPBU terjadi kekosongan selama dua hari, karena libur Lebaran Idul Adha. Rabu ini, stoknya akan kembali normal," ujarnya.
Sementara Marketing Branc PT Pertamina Banda Aceh, Awan Raharjo yang dimintai penjelasannya mengatakan, stok elpiji subsidi 3 kg dan non-subsidi tabung 12 kg di sejumlah SPBU dan pangkalan habis karena meningkatkan permintaan pasca-lebaran Idul Adha. Permintaan meningkat sekitar 10-15 persen. Untuk mengatasi lonjakan permintaan di Banda Aceh dan Aceh Besar, pihaknya sudah menambah suplai sebelum lebaran sebesar 21 persen dan setelah lebaran sejak Selasa ditambah 13 persen, dari penyaluran normalnya.
Kondisi yang serupa juga dilakukan untuk daerah lain, seperti Aceh Timur, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pijay, wilayah tengah, dan pesisir pantai barat-selatan Aceh, rata-rata ditambah 13-21 persen, dari pasokan normal.
Marketing Branc PT Pertamina Banda Aceh, Awan Raharjo menambahkan, problemanya saat ini ketika permintaan elpiji meningkat, kekuragan suplai terjadi. Hal itu disebabkan banyak toko-toko yang menerima pasokan tambahan elpiji 12 kg dan pangkalan elpiji 3 kg, masih banyak yang tutup dengan alasan masih liburan hari raya.
"Karena di sejumlah SPBU dan pangkalan penyaluran eliji masih tersedia stok dan buka, maka semuanya ke sana, sehingga stok yang dimiliki SPBU dan pangkalan tersebut jadi cepat habis," jelasnya.
Namun begitu, katanya, ia sudah memerintahkan bagian penanganan distribusi elpiji untuk melakukan peningkatan pasokan kembali dari SPBE ke SPBU dan pengkalan agar stok elpiji ditambah.
