Perempuan Harus Mampu Kelola Organisasi
Kanalsumatra.com - BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Senin (19/8), membuka pelatihan Manajemen Organisasi bagi perempuan. Kegiatan itu dipusatkan di Gedung ITLC Banda Aceh. Hadir pada acara pembukaan, Ketua TP-PKK Kota Banda Aceh, Hj Nurmiaty AR, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Media Yulizar, Kepala Kesbangpol Kota Banda Aceh T Samsuar, Kabag Tata Pemerintahan Ria Jelmanita dan Kabag Organisasi Heri.
Pelatihan itu diikuti 60 peserta dari berbagai organisasi perempuan di Banda Aceh. Pada kesempatan itu wali Kota berharap para perempuan mampu mengelola organisasi dengan baik. "Kita berharap para perempuan dapat menetapkan kebijakan strategis organisasi sesuai dengan kebutuhan terkini dan mendorong regulasi pembangunan kota yang ramah gender," harapnya.
Dalam kesempatan ini, Aminullah juha menyampaikan apresiasi kepada kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan ini. Kegiatan pelatihan ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan keahlian kepemimpinan perempuan dalam manajemen organisasi.
Wali Kota menilai kegiatan ini menjadi penting mengingat saat ini peran perempuan dalam pembangunan bangsa semakin diperlukan. Hampir di setiap bidang kehidupan, perempuan sudah dapat merambah dan menancapkan eksistensinya. Perempuan sebagai salah-satu elemen masyarakat mempunyai peranan yang signifikan dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.
Karenanya, lanjut Aminullah, Pemko terus berupaya mendorong peningkatan SDM perempuan agar semakin berkontribusi untuk pembangunan kota sesuai kapabilitas dan kemampuan yang mereka miliki.
Ketua panitia pelaksana yang juga Kabid Kesetaraan Gender DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Nova Indriani mengatakan kegiatan ini diikuti oleh para perempuan dari unsur Ketua PKK Gampong (Desa), Pengurus Tuha Peut Perempuan, Pengurus Balee Inong, Pengurus Karang Taruna Perempuan dari Kecamatan dan perwakilan disabilitas dari organisasi perempuan lainnya.
Dikatakan, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memperkuat konsep organisasi perempuan sehingga mampu mengelola dan merancang perencanaan organisasi serta mampu menyusun rencana tindak lanjut sehingga dapat meningkatkan peran perempuan dan terlibat aktof dalam pembangunan
