Pemdes Sungai Pinang Kampar Targetkan Zero Rumah Papan di Tahun 2023
KANALSUMATERA.com - Kampar - Kepala Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar Rusman menyebutkan sampai tahun 2022 sdh berhasil diberikan bantuan kepada masyarakat sungai pinang sebanyak 37 unit rumah baik bedah rumah maupun rumah layak huni. Dan di tahun 2023 ditargetkan zero rumah papan.
Rusman mengatakan Desa sungai pinang merupakan salah satu dari 17 desa di kecamatan tambang dan merupakan ibukota kecamatan tambang. Ketika ia diberi amanah oleh masyarakat untuk menjabat sebagai Kepala Desa tanggal 28 Desember 2017 yang lalu. Langkah pertama yang diambil Rusman adalah mengimpentarisir jumlah rumah warga yang tidak layak dihuni.
"Pada waktu itu terdatalah 48 unit rumah yang layak diberikan bantuan dan pada saat itu 6 rumah sangat memprihatikan. Karena kondisi atap sudah banyak bolong, bahkan dinding masih menggunakan baliho bekas," ujar Rusman saat dihubungi, Selasa (14/03/2023).
Rusman menuturkan cukup prihatin dengan kondisi rumah tersebut. Ditahun pertama menjabat ia langsung menghadap serta melobi Dinas Perkim Kampar dan anggota DPRD Riau.
"Allhamdulilah tahun 2018 dari Perkim Kampar kami mendapatkan 3 unit bedah rumah dan pada tahun 2019 dapat lagi 4 unit rumah, selanjutnya tahun 2020 mendapatkan 5 unit rumah serta ditahun yang sama mendapatkan 3 unit rumah dari Pemkab Kampar," terang Rusman.*
Baca: Di Balik Penunjukan Plt. Kadiskes Kampar: Antara Pengunduran Diri dan Komitmen Pelayanan Publik
Selanjutnya, Rusman juga menyampaikan di tahun 2021 melalui program BSPS anggota DPR RI, Syahrul Aidi Ma'azat desa sungai pinang mendapatkan 15 unit bedah rumah. Dan selanjutnya 2 unit rumah dari aspirasi anggota DPRD Riau Yuyun Hidayat.
"Allhamdulilah di tahun 2022 kami memperoleh 2 unit bedah rumah dari Pemkab Kampar, dan 2 unit rumah layak huni dari Pemprov Riau, dan termasuk satu unit bedah rumah melalui program donasi yang di taja oleh pemerintah kecamatan Tambang bekerja sama dg para pengusaha yang ada di kecamatan Tambang pada tahun 2019. dibawah kepemimpinan bpk Abu Kari. M.Pd." sebut Rusman.
"Dan utk tahun 2023 pemkab Kampar mengucurkan lagi bedah rumah. 2 unit hal ini sdh dilakukan survey oleh Perkim Kampar, Namun utk rumah layak huni dari propinsi riau belum ada kejelasan." Sebutnya lagi.
Sebagai gambaran, kata Rusman untuk pengerjaan bedah rumah akan tetap dilaksanakan bongkar dan bangun baru. Artinya rumah tsb di bangun ulang dengan pengerjaan pondasi, dinding, konsen pintu ,jendela dan atap. dengan memberdayakan keluarga pemilik rumah dg bergotong royong seehingga tidak mengeluarkan upah. Dan dana 20 jt yang dikucurkan utuh untuk pembelian bahan.*
