Pansus Migas Sebatas Rekom, Kuras APBK Rp 250 Juta

Mawardi Tombang
Kamis, 22 Agustus 2019 11:04:06

Kanalsumatra.com- LHOKSUKON – Laporan Panitia Khusus Minyak dan Gas (Pansus Migas) DPRK Aceh Utara yang disampaikan dalam rapat paripuna di gedung dewan setempat, hanya sebatas rekomendasi. Namun, tidak menjelaskan adanya temuan terhadap persoalan yang ditelusuri selama enam bulan mulai Januari–Juni 2019. Padahal, pembentukan pansus tersebut menguras APBK Aceh Utara 2019 sebanyak Rp 250 juta.

Rapat paripurna pansus yang digelar Selasa (20/8) dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, tapi baru dibuka Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Zubir HT pada pukul 14.40 WIB. Rapat itu dihadiri Ketua DPRK Aceh Utara, Ismail A Jalil SE dan Wakil Ketua H Mulyadi CH. Dari Pemkab mewakili Bupati dihadiri Asisten I, Dayan Albar dan sejumlah kepala SKPK.

Amatan Serambi, Laporan pansus setebal 32 halaman itu dibacakan Wakil Ketua Pansus, Anzir SH. Rapat paripurna tersebut dihadiri 26 orang termasuk tiga pimpinan dari 45 anggota DPRK Aceh Utara periode 2014-2019.

“Pansus ini dibentuk berangkat dari aspirasi masyarakat Aceh Utara sekitaran perusahaan eksploitasi migas dari cluster 1, 2, 3, dan 4. Masyarakat menyampaikan secara lugas bahwa perusahaan eksploitasi yang beroperasi sama sekali tidak peduli dengan kondisi lingkungan, “ ujar Anzir.

Masyarakat, kata Anzir SH, juga menyampaikan tentang tidak tepatnya bantuan dana CSR yang disalurkan pihak perusahaan. “Masyarakat juga menyampaikan tidak adanya tenaga kerja lokal yang direkrut untuk terlibat dalam kegiatan eksploitasi,” ujar Anzir. Pada bagian akhir laporan tersebut, pansus melahirkan 11 item rekomendasi (lihat boks).

Namun, dalam item tersebut tidak menjelaskan persoalan siapa saja yang mendapatkan dana CSR, dan bagaimana pengelolanya. Selain itu, juga tidak menggambarkan jumlah tenaga kerja lokal yang tidak diperkerjakan oleh perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Zubir HT kepada Serambi pada 9 Maret 2019 menyebutkan, salah satu tujuan dibentuk pansus untuk menelusuri adanya persoalan tenaga kerja lokal di lingkungan perusahaan pengekploitasi migas yang tidak dimanfaatkan. Selain itu, persoalan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dinilai tidak memberi dampak terhadap lingkungan.

Dari awal pembentukan pansus yang berjumlah sembilan orang tersebut mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Karena, pansus itu dinilai tidak akan mampu menghasilkan kinerja yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Pembentukan pansus tersebut dinilai masyarakat, dan kalangan LSM hanya untuk mendapatkan dana perjalanan dinas Rp 250 juta.

Mereka yang terlibat dalam pansus tersebut terdiri dari Junaidi (Ketua Pansus), Wakil Ketua, Anzir SH dan Sekretaris H Ismed Nur AJ Hasan. Sedangkan anggota adalah Zubir HT, H Ismail A Jalil, H Abdul Mutaleb, h Anwar Sanusi, H Asadi dan H Tantawi.



Lainnya
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Sidak DPRD Merangin Jambi Temukan Dokter Tangani Pasien
Pemko Pekanbaru Rancang Lahan Superblok
Pemprov Riau Keluarkan SK untuk Gaji Guru Bantu Kabupat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
MUI Desak Polri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes Hamala
Legislator PKS Johan Rosihan Dukung Polri Tetapkan 20 K
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo