Mari Bijak dalam Menggunakan Anti Biotik
KANALSUMATERA.com -BANGKINANG - Pernahkah anda berhenti meminum obat karena merasa bahwa tubuh sudah merasa sembuh dan tidak sakit lagi? Jika pernah, sebaiknya hilangkan kebiasaan tersebut. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosisnya akan semakin memberikan kekebalan pada kuman atau virus yang ada di dalam tubuh dan justru membuat kondisi tubuh Anda semakin lemah. Jenis obat yang seharusnya dihabiskan meski seseorang telah merasa sembuh adalah antibiotik. Bukan tanpa alasan seorang dokter memberikan antibiotik kepada pasiennya dengan kadar atau dosis yang berbeda-beda.
Antibiotik adalah kelompok obat yang dapat membasmi dan mencegah pertumbuhan bakteri penyebab penyakit atau infeksi. Obat ini hanya boleh dibeli dengan resep dokter dan digunakan sesuai petunjuk dokter. Antibiotik hanya digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan bakteri menjadi kebal atau resisten. Kenapa yaa bakteri bisa menjadi kebal ??? Naah bakteri dapat menjadi kebal atau resisten diantaranya karena :
1. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat indikasi, dosis, jenis dan pemakaian yang terlalu lama atau singkat misalnya penggunaan antibiotik 3x sehari perlu dikonsumsi setiap 8 jam sekali dan antibiotik dengan jadwal 2 kali sehari perlu dikonsumsi tiap 12 jam sekali dan Penting untuk diingat, antibiotik harus dihabiskan.
Baca: Wabup Kampar Dorong Guru Perkuat Pendidikan Budaya Lokal Demi Lahirkan Generasi Berkarakter
2. Sering menggunakan antibiotik.
3. Mengkonsusmsi makanan yang mengandung residu antibiotik
4. Tertular pasien infeksi bakteri resisten.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya antibiotik hanya digunakan untuk penyakit akibat infeksi seperti Infeksi saluran kemih, Radang teggorokan dan radang amandel, Infeksi telinga dan Pnemunia. Kemudian Beberapa infeksi yang disebabkan oleh virus yang tidak memerlukan antibiotik diantaranya adalah : Batuk dan pilek tanpa sesak, Cacar air, Gondok, Campak, Demam berdarah, Influenza, Luka kecil, Diare cair tanpa darah, Hepatitis.

Baca: Kampar Jadi Daerah Pertama di Riau Rampungkan Fasilitasi RKPD 2027 oleh Pemprov
Ilustrasi antibiotik
Dalam penggunaannya antibiotik dapat menyebabkan beberapa reaksi tertentu seperti reaksi alergi, gatal-gatal, kulit merah dan juga lain sebagainya apabila kita tidak cocok atau salah dalam penggunaanya tergantung pada yang mengkonsumsinya.
Oleh karena itu untuk penggunaan antibiotik perlu dikonsultasikan dahulu kepada tim pelayanan kesehatan profesional seperti dokter ataupun apoteker baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti melalui aplikasi-aplikasi kesehatan yang sudah banyak saat ini.
Berikut Beberapa informasi yang perlu ditanyakan kepada apoteker tentang antibiotik adalah :
1. Tanyakan jenis dan jumlah obat yang diterima.
Baca: Bupati Kuansing Suhardiman Amby Jadi Tersangka Suap Jabatan Sekda, Sampaikan Permintaan Maaf
2. Tanyakan aturan minum obat.
3. Tanyakan waktu atau interval.
4. Tanyakan cara menyimpan obat.
5. Tanyakan kemungkinan efek samping
6. Tanyakan resiko alergi
Baca: Walikota Ingatkan Kepsek dan Komite Jangan 'Main Mata' di SPMB
Untuk itu dalam penggunaan antibiotik jangan lupa untukmenerapkan 3 jangan yaaa:
1. Jangan gunakan antibiotik diluar petunjuk dokter dan apoteker.
2. Jangan membeli antibiotik tanpa resep dokter atau menggunakan resep lama.
3. Jangan memberiantibiotik kepada orang lain.
Naahh, sekarang jangan salah dalam penggunaan antibiotik ya..
Yang terpenting pastikan anda menerima informasi dengan sejelas-jelasnya tentang penggunaan antibiotik. Jangan sampai kita ingin sehat malah jadi membahayakan untuk diri kita karna penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai antibiotik anda dapat menanyakannya kepada Dokter dan Apoteker kami di RSUD Bangkinang.
Baca: Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau
Yuk, Bijaklah dalam penggunaan antibiotik, demi kesehatan kita bersama.
