Kontrol Hama dan Penyakit, Pemko Batam Terapkan Karantina Ketat Hewan, Ikan dan Tumbuhan Masuk Batam

Mawardi Tombang
Kamis, 11 Februari 2021 22:54:36
Foto: Media Center Pemko Batam

KANALSUMATERA.com - Batam - Kota Batam merupakan pusat perdagangan dan industri penting bagi Indonesia. Khusus perdagangan hewan, ikan dan tumbuhan, dipandang penting agar dilakukan pengetatan dalam kekarantinaan. Pemko Batam berencana untuk memperketat masuknya tiga sektor tersebut ke Kota Batam.

Rencana itu disampaikan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat membuka sosialisasi Undang-undang (UU) 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Sosialisasi itu dilaksanakan di Nagoya Hill Hotel pada Kamis (11/2/2021).

Rudi berharap melalui sosialisasi tersebut, para importir maupun eksportir di Batam memahami regulasi terbaru tersebut. Ia menjamin, regulasi yang ada bukan untuk mempersulit para pengusaha, melainkan demi menjaga agar penyakit atau wabah pada hewan dan tumbuhan tidak masuk ke Indonesia, khususnya Batam.

"Jadi, apapun yang masuk ke Batam dan keluar dari Batam betul-betul bersih dan bebas dari penyakit," ujar Rudi usai membuka secara resmi sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Pertanian tersebut.

Ia meminta, para pengusaha mematuhi aturan yang ada agar tidak terjadi hal negatif di kemudian hari. Ia optimistis dengan adanya aturan tersebut, semua akan tertata dan produk yang masuk dan keluar akan lebih sehat.

Baca: Kota Batam Tepat Waktu Salurkan Beras PPKM Sesuai Arahan Presiden

"Perlu diingatkan, kalau nanti terjadi kesalahan, untuk meluruskannya lagi akan sangat susah. Ada nanti makanan atau tumbuhan yang berpenyakit, kalau sudah masuk, isunya akan beredar. Sehingga pencegahan lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Joni Anwar, mengatakan UU 21/2019 merupakan perubahan dari UU 16/1992. Aturan tersebut sebagai upaya pemerintah mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan maupun tumbuhan.

"UU baru mengatur dan mengakomodir perubahan laju arus perdagangan antar negara. Aturan ini harusnya disosialisasikan awal 2020, tapi karena pandemi baru disosialisasikan awal 2021," katanya.

Joni Anwar memandang penting sosialiasi aturan tersebut di Kota Batam. Batam dekat dengan Singapura dan Malaysia. Dengan wilayah yang dekat dengan negara tetangga, punya potensi masuknya hama hewan.

"Sinergi sangat kita perlukan, kami juga mengharapkan kerja sama antar instansi agar aturan ini dapat dijalankan dan dilakukan bersama-sama," tegas Joni lagi.

Baca: Pemko Batam Bentuk 1.676 Posko PPKM, Berharap Berjalan Efektif

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama, dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian, Karsad, mengatakan sosialisasi tersebut sudah digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk awal tahun ini, baru Batam dan akan menyusul daerah lain di Kepri.

Ia berharap, dengan aturan tersebut, pemerintah mampu mencegah masuknya hama penyakit. Ia mengungkapkan, ada 121 jenis hama penyakit yang perlu dicegah dan hampir 700 organisme pengganggu tumbuhan yang juga harus dicegah.

"Setiap pesisirnya di Batam berpotensi masuk, lewat jalur ilegal. Itu tantangan alam. Mencegah itu, Karantina tak bisa sendiri," kata dia.

Terkait
Ikuti Daerah Lain, Pemko Batam Mulai Larang Kegiatan Keramaian: Hingga 23 Juni 2021
Ikuti Daerah Lain, Pemko Batam Mulai Larang Kegiatan Keramaian: Hingga 23 Juni 2021
Wali Kota Batam Rakor Hasil Pilkada 2020 Bersama Presid
Aplikasi SIP Bos Pemko Batam Masuk Finalis Smart City A
Percantik Kawasan Belakangpadang, DLH Batam Gesa Revita
Lainnya
Gaji Perangkat Desa Sudah Naik, BPMPD Rohul: Mari Tingkatkan Kinerja
Gaji Perangkat Desa Sudah Naik, BPMPD Rohul: Mari Tingkatkan Kinerja
Tim Saber Pungli Kepri Gerebek Dua Kantor Dinas, Kantor
Peringati HUT Ke 39, Dekranasda Pekanbaru Komitmen Kemb
Pemprov Kepri Diminta DPRD Agar Sampaikan Data Pengelua
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pendidikan
SPS Riau Jalin Komunikasi Dengan Pers Kampus Se-Riau, Pertama Kali Sambangi Bahana Mahasiswa
SPS Riau Jalin Komunikasi Dengan Pers Kampus Se-Riau, Pertama Kali Sambangi Bahana Mahasiswa
Universitas Riau Gelar Wisuda 1893 Mahasiswa Secara Dar
Mahasiswa UIN Suska Riau Pimpin Forkommasi Korwil Sumat
Global
GKSB DPR Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Minta Pemerintah RI Tegas ke Israel
GKSB DPR Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Minta Pemerintah RI Tegas ke Israel
Ketika Presentasi 2 Menit Anies Baswedan Dipuji Para Du
Kapsul Waktu Berusia 176 Tahun Ditemukan di Gereja Eszt
Leisure
Sukses di Butik dan Make Up, Fifi dan Budhitama Rambah Dunia Kuliner, Hadirkan Street Boba Pekanbaru
Sukses di Butik dan Make Up, Fifi dan Budhitama Rambah Dunia Kuliner, Hadirkan Street Boba Pekanbaru
Dorong Tumbuhnya Pariwisata Batam, Disbudpar Batam Gela
Demi Dibukanya Pariwisata Kepri, 30 Ribu Pelaku Parekra
Lifestyle
Datuok Yusri Segera Dilantik Jadi Ketua LAK Kampar
Datuok Yusri Segera Dilantik Jadi Ketua LAK Kampar
PKS Riau Gowes Sepeda, Hendry Munief: Ayo Jaga Kesehata
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Viral Blast Global Sponsori
Viral
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Warga Besitang Meninggal Dalam Kamar Hotel Budi Baru, D
Olahraga
Batam Segera Miliki Sirkuit Motor GP, Ketua MPR Dukung Penuh
Batam Segera Miliki Sirkuit Motor GP, Ketua MPR Dukung Penuh
Turnamen Boxing Piala Wako Batam Sukses Digelar
Keluarga Besar Kecamatan Binawidya Canangkan Olahraga B