Kata Peserta SMN Saat kenakan pakaian Adat Minang: Sangat Cantik Dan Terlihat Gagah

Mawardi Tombang
Jumat, 23 Agustus 2019 10:05:26
Ilustrasi

Padang,KANALSUMATERA.com - Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Kalimantan Selatan (Kalsel) program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) 2019 diberikan kesempatan menggunakan pakaian adat Minangkabau, saat melakukan kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Pada kegiatan yang didukung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai PIC dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Semen Padang sebagai co PIC tersebut, 23 orang peserta SMN Kalsel dan guru pendamping dikenakan pakaian adat yang digunakan saat pernikahan ataupun upacara adat di Minangkabau.

Assistant Manager Environmental Development PT Kereta Api Indonesia (KAI), Yunanto, Kamis, mengatakan kegiatan kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung untuk melihat langsung salah satu kemegahan warisan budaya yang ada di Sumbar.

"Di sini kami ingin para siswa mengenal langsung adat istiadat orang Minangkabau termasuk pakaian yang digunakan dalam upacara adat atau pernikahan," katanya.
Kegiatan menggunakan pakaian adat tersebut mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta SMN asal Kalsel. Mereka langsung memilih jenis pakaian dan warna yang dinginkan dari galeri busanayang ada di bawah Istano Basa Pagaruyung tersebut.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

"Ternyata suntiang ini berat juga, padahal ini replikanya tidak yang sebenarnya," kata Siswi SMAN 1 Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalsel, Adninda Hindun Alfiah yang memilih menggunakan busana adat lengkap penganten wanita Minangkabau.

Sebelumnya ia mendapatkan informasi bahwa wanita minang yang menikah akan menggunakan suntiang di kepala yang beratnya bisa mencapai empat kilogram saat duduk di pelaminan.

"Berat tapi ini sangat cantik," katanya yang juga mengagumi kemegahan istano basa pagaruyung yang menjadi salah satu ikon warisan budaya di Sumatera Barat itu.
Sementara itu, Ahmad Nanda peserta SMN dari SMK 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel yang memilih mengenakan pakaian adat penganten pria.
"Warnanya bagus dan terlihat gagah," katanya.

Selain menggunakan pakaian tersebut, Ahmad juga mendapatkan sejarah panjang tentang Istano Basa Pagaruyung yang dua kali mengalami kebakaran sejak didirikan.
Ia juga mengagumi bagian-bagian dari istano pagaruyung itu dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bagian bangunan tersebut.
"Ukiran yang ada di Istano Basa Pagaruyung sangat bagus dan memiliki nilai-nilai sosial kemasyarakatan," katanya.



Terkait
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi
Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta J
Lainnya
DPRD Kampar Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Tapung dan Kampar Kiri
DPRD Kampar Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Tapung dan Kampar Kiri
Termasuk Desa Persiapan, Sekda Kampar Targetkan 2024 Ka
Tahun Depan Dana Tes Urine PNS dan THL Dianggarkan Pemk
Walikota Jambi Lantik 235 Pejabat nya di Pinggir Danau
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan