Karimun Belum Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara

Mawardi Tombang
Kamis, 19 September 2019 09:10:59
Papan ISPU

Karimun, KANALSUMATERA.com - Kendati jarak pandang menurun akibat kabut asap, Pemkab Karimun belum bisa mencatat sejauh mana indeks kualitas udara. Karimun hingga saat ini belum memiliki alat seperti Air Quality Meter. Saat ini pemda setempat masih berpatokan kepads indeks kualitas udara di Batam.

"Kalau Batam kurang baik, berarti kita di sini (Karimun) juga tidak baik. Karena kita lebih dekat dari daerah yang mengalami kebakaran," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, sejauh ini belum ada laporan keluhan masyarakat mengenai dampak kabut asap bagi kesehatan. "Belum ada temuan atau laporan sejauh ini," ujarnya.

Kabut asap di Kabupaten Karimun kembali terlihat tebal, Rabu (18/9/2019) pagi. Kondisi ini mengkhawatirkan kesehatan masyarakat.

Baca: Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir di RUU Daerah Kepulauan

Data dan informasi dari BMKG stasiun Meteorologi Tanjungbalai Karimun pukul 11.00 WIB. Jarak pandang saat ini karena kabut asap berjarak 2000 meter.

Kemudian untuk arah angin di Karimun mengarah ke tenggara dengan kecepatan 14 km/jam.

Sementara suhu udara 31 derajat celcius dan kelembapan udara 70 persen, dengan tekanan udara 1011 mb



Terkait
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Kampar Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Kampar Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingg
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilaya
Lainnya
Tujuh Titik Api Terdeteksi di Inhu Riau, BMKG Japura: Jarak Pandang Hanya 4000 Meter
Tujuh Titik Api Terdeteksi di Inhu Riau, BMKG Japura: Jarak Pandang Hanya 4000 Meter
Pertamina Hulu Temukan Cadangan Minyak Baru di Riau
Bocah Di Aceh Tertangkap Kamera Melihat Hujan Jatuh den
Gerombolan Kerbau Berkeliaran di Kawasan KPT, Membahaya
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I