Kapal Banawa Terbengkalai, Berikut Klarifikasi Dinas Pariwisata Kampar
KANALSUMATERA.com - Bangkinang - Berkisar 2 bulan pemberian kapal hibah oleh pemerintah pusat kepada masyarakat Kabupaten Kampar, kapal tersebut dikabarkan rusak pada bagian jangkar dan beberapa terkelupas di bagian kulit kapal. Di mana pemberian kapal tersebut yang langsung diserahterimakan oleh Sekda Kampar kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Zulia Dharma menyampaikan bahwa kapal tersebut merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan untuk Dinas Perhubungan Kampar. Namun karena Kampar saat ini menggalakkan industri pariwisata, kapal tersebut alih hibahkan dari Dishub dan Dinas Pariwisata Kampar.
"Awal kita mendapatkan hibah kapal ini sekitar 2 bulan yang lalu. Dan itu tahun anggaran berjalan. Maka tentu kita tidak ada anggaran untuk operasional dan perawatan." terang Zulia Dharma saat dihubungi pada Rabu (30/9/2020).
Zulia Dharma melanjutkan kerusakan yang terjadi saat ini akan dibincangkan secepatnya dan dicari solusi atas perbaikan kapal tersebut.
"Kondisi Kapal tidak ada masalah, masih bagus, cuma ada bocor di jangkar kapal dan beberapa terkelupas di kulit kapal. Sekarang kami sedang membincangkan dan mencari solusi mengenai kerusakan tersebut kepada pihak terkait". Terang Zulia
Baca: Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar Tekankan Transformasi Posyandu Melalui 6 Standar Pelayanan Minimal
Untuk dana perawatan dan operasional, Zulia menyampaikan sudah diusulkan di APBD Perubahan Kampar tahun 2020.
"Jadi dana operasional dan perawatan kapal belum ada dari Dinas Pariwisata, menanggapi persoalan itu kami secepatnya mengusulkan di APBD perubahan dengan Bappeda. Namun kami biarkan tidak, kapal tersebut kami jaga, diikat supaya tidak lepas dan hanyut" jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar saat di hubungi wartawan Inforiau.co.
Kadis menyampaikan pada saat pemberian kapal kemarin, kondisi air saat itu membaik. Kondisi sungai tidak seperti sekarang yang mengalami surut dan dangkal. Sehingga menyebabkan kapal tergantung di daratan.
"Kemarin air besar (naik), tidak seperti sekarang air sungai mengalami surut. Dengan itu tentu mengakibatkan kapal tergantung. Namun kami berupaya mengikatnya, dan kami beranggapan, untuk sekarang kapal lebih bagus tergantung kayak gitu daripada di lepaskan begitu saja" tegas Zulia. mal
