Kabar Baik PPPK Riau, Dana TKD Rp4,2 Triliun Segera Cair, Gaji dan Tunjangan Jadi Prioritas

Kanama Amar
Sabtu, 1 Agustus 2026 16:24:17

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Kepastian tersebut disampaikan di tengah kondisi keuangan sejumlah daerah yang masih tertekan akibat belum tersalurkannya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Jumat (31/07/2026).

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar tetap mempertahankan status PPPK serta tidak melakukan penghentian kerja.

“Tidak ada pemutusan kerja. Saya juga sudah membuat surat edaran kepada kabupaten dan kota tidak ada kata penghentian atau pemutusan hubungan kerja,” kata SF Hariyanto di Pekanbaru.

Baca: Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak

Menurutnya, persoalan yang dihadapi banyak pemerintah daerah bukan berasal dari kebijakan terkait PPPK, melainkan keterbatasan kemampuan fiskal akibat tertundanya penyaluran dana TKD dari pemerintah pusat. Hingga akhir 2025, nilai tunggakan dana transfer untuk wilayah Riau mencapai sekitar Rp4,2 triliun.

Kondisi tersebut berdampak pada arus kas sejumlah daerah sehingga memengaruhi kemampuan dalam memenuhi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara.

Baca: Perjuangan Samsuri Daris Berbuah Hasil, Perbaikan Jalan dan Jembatan di Parit Landang Selesai

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Riau telah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar daerah-daerah yang mengalami tekanan fiskal mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam percepatan penyaluran dana transfer.

“Untuk pembayaran gaji, kami sudah mengupayakan surat kepada pusat. Memang kondisi keuangan masih belum memungkinkan di beberapa daerah,” ujar SF Hariyanto.

Kabar positif datang setelah hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI menyepakati penyelesaian tunggakan dana TKD. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kondisi keuangan daerah sehingga kewajiban pembayaran gaji dan tunjangan ASN dapat segera dipenuhi.

Baca: Kalapas Pekanbaru Minta Dukungan DPR RI Atasi Overcrowding, Pembenahan Lapas Jadi Prioritas

“Saya dapat edaran hasil RDP antara Kemendagri, Komisi II dan lainnya. Alhamdulillah salah satu keputusannya pemerintah akan menyelesaikan tunda bayar TKD. Ini untuk membantu daerah-daerah yang berat dalam belanja pegawai,” tutur SF Hariyanto.

Pemprov Riau juga mulai melakukan pendataan terhadap kabupaten dan kota yang masih memiliki tunggakan pembayaran hak pegawai. Langkah ini dilakukan agar pemerintah provinsi dapat memberikan pendampingan dan mencari solusi bersama.

Baca: Bantuan Beras Diperluas untuk 3.034 KPM, Bupati Ahmad Yuzar: Negara Harus Hadir di Tengah Masyarakat

“Kita peduli dengan kabupaten dan kota yang belum menyelesaikan, kita bantu. Kita tanyakan mana saja yang belum bayar,” ucap SF Hariyanto.

Selain itu, seluruh pemerintah kabupaten dan kota diimbau untuk menjadikan pembayaran gaji serta tunjangan pegawai sebagai prioritas utama dalam pengelolaan anggaran daerah, sehingga hak-hak ASN, termasuk PPPK, tetap terpenuhi.

“Pemda juga kita dorong agar gaji dan tunjangan diperjuangkan,” kata SF Hariyanto. (SM)



Terkait
Touring Bersama UAS dan Kapolda, Bupati Siak Ungkap Strategi Pertahanan Kesultanan Siak
Touring Bersama UAS dan Kapolda, Bupati Siak Ungkap Strategi Pertahanan Kesultanan Siak
Bupati Ahmad Yuzar Terima Audiensi IKM Kampar, Perkuat
Bupati Kampar Sambut Peserta KKP Sespimmen Polri, Bahas
Wabup Kampar Pimpin Rapat Persiapan Hari Jadi Kampar Ke
Lainnya
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Kembali Salurkan Bantuan untuk Palestina Senilai Rp. 9 Juta
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Kembali Salurkan Bantuan untuk Palestina Senilai Rp. 9 Juta
Diacara Tabligh Akbar, Masyarakat Kuansing Sampaikan As
Reklamasi Tanjungpiayu Berada di dekat Budidaya Mangrov
KIP Apresiasi Pemko Medan Terkait Informasi Pelayanan P
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Kapolri Larang Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam
Kasus Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Berujung Pen
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik