Lagi, Ditemukan Lebih dari 1.000 Ton Beras Membusuk

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 23:19:42
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan menemukan sekitar 1.500 ton beras busuk di gudang penyimpanan milik Bulog Wilayah Belitang III dan Jatimulyo. Anggota dewan baru memeriksa dua dari lima gudang.

"Dari lima gudang di OKU Timur kami baru periksa langsung dua gudang dan menemukan sekitar 1.150 ton beras yang busuk," kata Ketua Komisi II DPRD OKU Timur, Andi Syaiban Hidayat di Martapura, Ahad (2/10).

Politisi Partai Golkar ini, seperti diberitakan Antara, meminta agar penegak hukum baik polisi maupun kejaksaan untuk menindaklanjuti temuan tersebut agar diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku.

Bahkan dewan juga meminta Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) agar terjun langsung ke Sumsel untuk melihat puluhan ribuan ton beras busuk yang ditemukan di gudang bulog ini.

Baca: Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Hari Keempat, 500 Personel Dikerahkan

Menurut dia, DPRD OKU Timur sudah beberapa kali memperingatkan Divre Bulog setempat untuk memperbaiki mutu dan distribusi beras agar yang disalurkan ke masyarakat berkualitas.

"Namun masalah seperti ini terus berulang. Belum lama ini kami sudah memanggil pimpinan Bulog Divre III OKU guna mempertanyakan terkait temuan 1.500 ton beras busuk yang ditemukan di gudang penyimpanan tersebut," kata dia.

Dalam pertemuan rapat dengar pendapat itu, lanjut dia, pihak bulog setempat mengakui adanya beras busuk karena disimpan terlalu lama dan kondisi gudang Bulog yang perlu modernisasi. "Ada beras yang mereka terima Oktober 2018 atau baru empat bulan tapi busuknya sama seperti beras yang disimpan sejak 2016-2017. Jadi alasan pihak bulog ini sama sekali tidak masuk akal," ujarnya.

Kepala Bulog Sub Divre Kabupaten Ogan Komering Ulu, Deni Laksana Putra saat dihubungi melalui telepon genggamnya tidak dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut meskipun dalam keadaan aktif. Kso



Lainnya
Hendry Munief: Siak harus Menjadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia
Hendry Munief: Siak harus Menjadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia
Raih Posisi Kedua di Ajang Tembak Internasional Budapes
Sasaran Lain Operasi Patuh: peningkatan Citra Kepolisia
Bupati Pidie Jaya Serahkan Masing-Masing 2 Ha Lahan Kak
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan